Menteri LKH Ajak Alumni Belanda Kelola Sampah

Kabarjitu/eva

 

JAKARTA (kabarjitu): Sampah merupakan hal yang tidak asing bagi kehidupan manusia. Setiap hari per-orang menyumbang 800 gram sampah yang berpotensi menyebabkan masalah terhadap lingkungan. Sebab, sampah dianggap sebagai barang yang sudah tidak terpakai.

________

Bagi orang yang mempunyai pemikiran dan kreatif, sampah bisa dibuat menjadi barang yang berharga dan tidak kalah saing dengan bahan yang berkualitas lainnya.

“Indonesia bisa belajar tentang pengelolaan sampah rumah tangga dari masyarakat Belanda. Siapapun, saat pertama kali ke Belanda, tidak akan melihat atau menemukan sampah di sana. Seakan-akan di Belanda tidak ada sampah,” kata Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya Bakar seusai tampil sebagai keynote speaker pada acara Holland Alumni Reception 2018 di Jakarta, Minggu (11/11/2018).

Siti menekankan, dibutuhkan peran kalangan terpelajar luar negeri, khususnya alumni Belanda, dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup di setiap wilayah di Indonesia. Apalagi, Belanda cukup advance dalam hal teknologi. Temasuk yang sedang dibahas sekarang, yaitu sirkular ekonomi.

“Kalau kita lihat ke Belanda, tidak ada sampah rasanya. Apalagi, pengelolaan sampah plastik harus terus diupayakan. Ini memerlukan peran serta para alumni yang sudah pengalaman belajar di Belanda, juga pengalaman dalam mengelola sampah rumah tangga selama tinggal di sana,” ungkapnya.

Menurutnya, banyak pelajaran yang bisa dipetik dari pengalaman selama belajar di Belanda. Siti sendiri mengaku pernah belajar di International Institute for Aerospace Survey and Earth Science (ITC), Enschede, Belanda, sejak tahun 1985 dan lulus 1988. Pada saat dia tinggal di Belanda pada tahun 1985-1988, dia belajar pada kebiasaan masyarakat Belanda dalam mengelola sampah rumah tangga.

“Misalnya botol minuman, apabila sudah habis isinya, maka konsumen yang membeli produk botolan tersebut harus mengembalikan botol kosongnya ke tempat pada saat dia beli. Selain itu, kalau kita belanja barang dalam satu keranjang troli atau apapun, maka kita harus kembalikan semua sampah dari produk yang sudah kita beli. Karena pada waktu kita ambil kita masukan 1 koin senilai 1 gulden. Kemudian waktu kita menaruh kembali botol bekasnya maka koin itu akan kembali ke kita,” terangnya.

Dia memaparkan, mekanisme tata kelola yang dengan melibatkan partisipasi masyarakat sangat banyak diterapkan di Belanda. Banyak hal lain yang bisa dipelajari di perguruan tinggi yang ada di Belanda. Salah satunya, bila ingin mempelajari sejarah Indonesia dan dokumen-dokumen lainnya, maka bisa dilihat di Universitas Leiden dan Universitas Utrecht

“Di dua kampus itu, data tentang Indonesia, dimulai dari tahun 1800 ada. Bahkan, di Universitas Leiden, lebih banyak pengetahuan dan sejarah tentang pemerintah daerah. Di sana ada cap dan stempel tanda pemerintah daerah Indonesia pada zaman dahulu. Contohnya adalah waktu itu Bandung yang statusnya masih Kota Praja Bandung,” ungkap Siti. (eva)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password