PFI, Dorong Anak Bangsa Berinovasi

Kabarjitu/eva

JAKARTA (kabarjitu): Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Festival Innovation (PFI) yang digelar 3 hari di Puspitek, Tangerang Selatan, pada Minggu (30/9/2018), resmi ditutup. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendorong komunitas sains dan teknologi agar lebih dekat kepada masyarakat sebagai pengguna akhir dari produk sains dan teknologi itu sendiri.

******

Kepala Puspitek Sri Setiawati mengatakan, PIF 2018 dapat menjadi wadah berinovasi dan kesempatan bagi para peneliti serta inovator. Mereka bisa menunjukkan hasil penelitiannya kepada masyarakat. Karena, siapa pun dapat menciptakan inovasi sebagai solusi atau aksi penyelesaian masalah.

“Secara tidak langsung, inovasi telah memotivasi berbagai kalangan untuk melahirkan bottom-up project. Ini akan membantu pembangunan berkelanjutan,” kata Sri kepada kabarjitu.com di sela acara penutupan PFI di Puspitek, Minggu (30/9/2018).

Sri menjelaskan, PFI menjadi ajang potensial dalam menyosialisasikan sains dan teknologi kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, masyarakat dari berbagai kalangan dapat mengenal sains lebih dalam. Sehingga semakin memahami bahwa teknologi sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Kegiatan ini juga sekaligus untuk membiasakan masyarakat pada perubahan zaman yang saat ini sedang terjadi. Makanya, kami terus mendorong agar komunitas sains dan teknologi lebih dekat kepada masyarakat sebagai pengguna akhir dari produk sains dan teknologi itu sendiri,” ujarnya.

Puspiptek, lanjutnya, sebagai pusat penelitian terpadu dan National Science and Technology Park, memiliki berbagai fasilitas riset, dengan didukung oleh tenaga-tenaga peneliti dan perekayasa yang mumpuni di bidangnya. Telah banyak produk-produk hasil riset yang dihasilkan. Bahkan telah masuk ke dalam tahap komersialisasi.

“Untuk itu, ajang ini disamping sebagai wahana untuk menyosialisasikan hasil riset dan inovasi, juga untuk mempertemukan berbagai pihak. Sesuai dengan temanya yaitu Innovation For All, adanya PIF 2018 diharapkan bisa membuktikan bahwa inovasi merupakan solusi atau aksi penyelesaian masalah. Hasilnya bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” imbuh Sri.

Sementara itu, Wakil Walikota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, mengungkapkan, dengan adanya PIF 2018 banyak sekali manfaat yang didapat, khususnya bagi Pemerintah Kota Tangerang Selatan, serta masyarakat Tangsel untuk terus berinovasi demi kemajuan bersama.

“Kami yakin, kegiatan ini akan memiliki dampak baik, terlebih jika dijalankan secara rutin. Kami akan selalu mendukung. Apalagi, spirit berinovasi dan menggunakan teknologi yang dimiliki masyarakat Tangerang Selatan ini dapat memberantas kemiskinan,” katanya.

Menurutnya, inovasi merupakan sebuah keharusan dan masyarakat harus berinovasi. Sebab, inovasi berguna untuk meningkatkan daya saing negara.

Pihaknya berharap, anak-anak yang berprestasi dalam ajang ini dapat meningkatkan prestasinya dengan menemukan inovasi-inovasi baru.

“Jangan puas untuk terus belajar, karena untuk mewujudkannya, ada proses yang panjang. Apalagi, Kota Tangerang Selatan merupakan kota industri yang sangat mendukung PIF ini. Saya harapkan, semua pihak dapat berkontribusi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi, terutama melalui penciptaan teknologi berbasis kewirausahaan, dan peningkatan kualitas SDM, dan meningkatkan daya saing industri nasional,” paparnya. (eva)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password