Nuklir Bisa Dimanfaatkan Untuk Kalangan Usaha

Kabarjitu/eva

JAKARTA (kabarjitu): Bagi sebagian masyarakat, teknologi nuklir masih dianggap berbahaya. Karena mendengar kata nuklir saja, mereka masih cenderung merujuk kepada bom. Padahal, banyak produk nuklir yang bisa memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat, termasuk kalangan usaha kecil dan menengah.

______

“Sebenarnya, banyak produk kami yang bisa di manfaatkan kalangan usaha, terutama produk-produk yang berkaitan dengan teknologi pengawetan makanan, teknologi pertanian, penjualan benih unggul, dan kalibrasi alat. Namun, pemanfaatan produk yang kami hasilkan belum optimal, sehingga masyarakat tidak paham mengaksesnya,” kata Kepala Badan Tenaga Atom Nasional (Batan), Djarot Sulistio Wisnubroto, di sela-sela temu pelanggan Batan, di Kawasan Nuklir, Jakarta, Rabu (17/10/2018)

Menurutnya, agar pemanfaatan produknya bisa lebih optimal, pihaknya terus melakukan berbagai terobosan dan kegiatan, guna mengenalkan produk nuklir ke masyarakat. Salah satunya melalui temu pelanggan. Karena semakin banyak masyarakat yang menggunakan produk dari penelitian dan pengembangan Batan, maka akan memperbanyak pelaku bisnis nuklir.

“Pertemuan seperti ini memiliki arti yang penting bagi kami. Karena, selain bisa mendekatkan diri dengan para pelanggannya, juga dijadikan sebagai ajang lebih mengenalkan produk dan layanan kami yang selama ini kurang dipahami oleh para pelanggan,” ujarnya.

Dia memaparkan, adapun beberapa jenis layanan yang diberikan kepada pelanggan selama ini, antara lain proses iradiasi dengan reaktor, pengawetan makanan dengan iradiasi gamma, penjualan benih unggul, pengujian tak merusak di bidang industri, pengolahan limbah radioaktif, kalibrasi alat, dan peningkatan sumber daya manusia melalui pelatihan.

“Kami harus memperbanyak mitra, sekaligus kompetitor. Sehingga terpadu untuk lebih baik lagi. Sifat monopoli nuklir yang kami miliki justru tidak membuat kami menjadi makin kreatif. Sehingga kami perlu melakukan promosi untuk lebih proaktif mendatangi calon pelanggan dan bukan sekesar menunggu,” ujarnya.

Djarot menjelaskan, semakin banyak pelanggan pengguna hasil penelitian dan pengembangan nuklir, maka ketersediaan sumber daya manusia (SDM) dengan kualitas yang memadai menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.

Saat ini, jumlah SDM nuklir sangat cukup dari sisi kuantitas. Namun, dari sisi kepakaran, ada yang mulai berkurang. Oleh karena itu pihaknya terus berupaya melakukan kaderisasi untuk mempertahankan kepakaran di bidang tertentu.

“Dalam hal penyiapan SDM, kami melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) mempunyai layanan dalam penyiapan dan peningkatan kualitas SDM nuklir di Indonesia. Layanan penyiapan dan peningkatan kualitas SDM nuklir ini tidak hanya diperuntukkan kepada SDM kami saja, melainkan juga untuk SDM di luar, yang terus meningkat jumlahnya,” tegas Djarot.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusdiklat, Sudi Ariyanto menambahkan, dalam melayani masyarakat terkait penyiapan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) nuklir, pihaknya telah menerapkan sistem manejemen yang berbasis ISO 9001:2015.

“Penerapan sistem pelatihan yang baik bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelatihan dalam penyiapan dan peningkatan kapasitas SDM nuklir. Program pelatihan disusun dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Dia mengatakan, layanan pelatihan SDM akan memiliki kualitas yang baik, bila didukung oleh SDM pengajar yang berkualitas. Untuk itulah, pihaknya terus meningkatkan kompetensi para pengajarnya dengan menjalin kerja sama, baik dengan pihak dalam maupun luar negeri.

“Selain itu, upaya peningkatan kualitas pelatihan juga dilakukan dengan membuat inovasi, yakni dengan memanfaatkan teknologi informasi. Salah satu bentuk inovasi tersebut adalah dengan memanfaatkan sistem informasi berbasis online untuk mempermudah proses administrasi dalam pelatihan,” imbuhnya.

Peningkatan kualitas layanan, lanjutnya, juga dilakukan pada metode pengajarannya, yakni dengan mengembangkan metode Learning Innovation on Nuclear (Lion). Dengan metode ini diharapkan para peserta pelatihan dapat dengan mudah mengikuti pola pembelajaran.

“Kami turut berperan aktif dalam penyiapan SDM nuklir yang kompeten untuk menyongsong industri nuklir di Indonesia. Kami juga dapat memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan dalam pengembangan kompetensi di bidang kenukliran,” terangnya. (eva)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password