Bantuan Korban Gempa Lombok Mampet, Biaya untuk Pertemuan IMF Cair

kreasi kabarjitu

 

JAKARTA (kabarjitu): Para korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB) terpaksa harus ekstra sabar.

________

Penderitaan mereka justru berada di tengah-tengah gegap gempita pagelaran Asian Games yang baru usai, dilanjut Asian Para Games, dan megahnya acara pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank Group.

“Semua gelaran yang menguras uang itu dilaksanakan di Indonesia. Memang, mau tidak mau, ini harus diterima, karena toh sudah diagendakan, tidak seperti bencana gempa yang datang tiba-tiba,” Jajang Nurjaman, Koordiantor Investigasi Center for Budget Analysis (CBA).

Tapi, sudah seharusnya, elite pemerintah juga mesti tahu diri. Jangan sampai membuat orang menjadi bingung dalam kondisi negeri saat ini. “Apakah sebenarnya kita ini sedang bersuka ria atau berduka cita?” kata Jajang.

Apalagi, menurut Jajang, warga yang sedang tertimpa bencana, khususunya masyarakat NTB, tidak boleh lagi ditambah dukanya oleh ketidak-pastian bantuan dari Pemerintah Pusat. “Ini namanya PHP,” ujar Jajang.

Memang, faktanya, korban bencana gempa di NTB sudah terkena PHP. Pemerintah Pusat lamban merealisasikan anggaran untuk stimulan pemulihan bagi korban gempa. Apalagi anggaran masih dalam proses perencanaan penganggaran di Kementerian Sosial.

Dan, tahun 2018 ini, alokasi anggaran untuk korban bencana alam atau gempa di Kementerian Sosial sangat terbatas. Bahkan, bisa jadi sudah habis. Sebab, sejak Januari hingga Agustus 2018 banyak terjadi bencana alam.

Pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Sosial sudah tidak bisa menutup-nutupi lagi, bahwa anggaran untuk korban gempa begitu minim.

Ini tertuang dalam surat Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosal, Harry Hikmat kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat yang telah beredar di medsos.

Di salah satu point surat tersebut, pemerintah pusat malah meminta Gubernur NTB agar menginstruksikan kepada anak buahnya (Bupati/Walikota) untuk tidak menjanjikan kepastian bantuan kepada korban gempa.

“Sepertinya, belum ada pilihan lain bagi warga NTB yang terkena musibah, selain berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, agar musibah ini segera berakhir. Karena penguasa negeri ini sedang sibuk mengurusin pertemuan tahunan IMF dan World Bank Group,” ungkap Jajang.

Untuk acara ini tidak perlu lah didoakan, toh kemungkinan besar akan berjalan sukses, karena dananya sudah cair sebesar Rp 505,4 miliar. Ini berbeda dengan pencairan dana bagi korban gempa yang seret. “Kalaupun mau, doakan saja semoga pemerintah kita selalu dalam kewarasan,” pungkas Jajang.

Di salah satu point surat tersebut, pemerintah pusat malah meminta Gubernur NTB agar menginstruksikan kepada anak buahnya (Bupati/Walikota) untuk tidak menjanjikan kepastian bantuan kepada korban gempa.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password