Pengusaha WN India Minta Keadilan Imigrasi

istimewa

JAKARTA (kabarjitu): Di tengah gencarnya Pemerintahan Joko Widodo mengundang investor asing masuk Indonesia, justru dihambat oleh para oknum di imigrasi dan Kemenaker.

_______

Para oknum di kedua instansi itu ditengarai telah melakukan tindakan tidak adil kepada pengusaha berkewarga-negaraan India (WNA asal India).

Kepada wartawan, pengusaha bernama Kushvendra Kumar tersebut mempertanyakan perlakuan tidak adil yang dilakukan oknum aparat Keimigrasian Bogor.

“Saya tidak tahu kesalahan saya apa. Tetapi saya diancam deportasi cap merah (larangan kembali ke Indonesia). Padahal saya sudah 12 tahun di sini (Indonesia), tanpa melakukan kejahatan atau merugikan negara, dan saya tetap ingin bekerja dan ingin tinggal di Indonesia bersama istri dan dua anak saya dengan aman dan baik,” ujar Kushvendra Kumar kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (19/9/2018).

Kumar, yang menjabat Presiden Direktur PT Krisna Abadi Dinamika (KAD) itu menjelaskan, ketidak-nyamanan perlakuan itu diawali adanya email dari perusahaan di India ke email pribadi. Email itu berisi rencana pembelian minyak nilam dengan kualitas sama seperti punya perusahaan ternama PT VA, pada 19 Januari 2018.

Alhasil, terjadi tawar menawar antara perusahaan India itu dengan KAD yang bergerak bidang usaha riset pasar & jasa konsultasi. KAD pun menerima PO, namun ditolak KAD, lantaran KAD bukan perusahaan jasa ekspor barang tanpa punya ijin ekspor.

“Saya langsung mereferensikan ke perusahaan istri, karena bidangnya sama dan mempunyai ijin ekspor. Tapi pada 27 Februari 2018, mereka tidak mau buka PO ke siapa pun dan komunikasi sudah berhenti,” ujar pemilik perusahaan berkantor di Food Plaza, Cikeas, Jawa Barat.

Namun, selang empat bulan kemudian atau 22 Mei 2018, KAD didatangi oleh orang yang mengaku dari Kantor Imigrasi Bogor. Orang itu menanyakan dokumen pekerja dan dokumen perusahaan KAD. Disusul kedatangan oknum aparat Kementerian Ketenagakerjaan dan permintaan mengurus kelanjutannya ke Keimigrasian Pusat.

“Dokumen sudah saya lengkapi, tetapi paspor saya tetap ditahan oleh petugas Imigrasi pusat bernama Aam. Dia mengancam saya agar tidak banyak tanya, kalau tidak ingin di-blacklist. Padahal, saya hanya ingin tanya kejelasan kesalahan saya apa dan saya butuh keadilan,” ujar dalam konperensi pers di Jakarta. (sht)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password