Kuliner Bisa Jadi Tulang Punggung Perekonomian Indonesia

Kabarjitu/eva

JAKARTA (kabarjitu): Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali menggelar “Kreatifood 2018” di Jakarta. Kegiatan tersebut untuk mempromosikan kuliner unggulan, sekaligus menarik minat pengusaha rintisan atau startup kuliner di Jakarta untuk menjadi lebih baik dan besar.

_________

Kegiatan itu juga bertujuan untuk meningkatkan kemungkinan terjadinya investasi dari akses permodalan non perbankan.

“Tahun ini, ada 10 kota yang dijadikan lokasi pagelaran Kreatifood 2018. Setelah Surabaya, Medan, Palembang, dan Yogyakarta, kini giliran kami adakan di Jakarta,” kata Kasubdit Pasar Segmen Bisnis dan Pemerintahan Direktorat Pengembangan Pasar Dalam Negeri Deputi Pemasaran Bekraf, Fahmi Akmal kepada kabarjitu.com di Jakarta, Kamis (20/9/2018).

Menurut Fahmi, pemerintah menaruh perhatian besar terhadap subsektor kuliner, karena faktanya memberikan kontribusi besar dalam Produk Domestik Bruto (PDB) Ekonomi Kreatif. Berdasarkan survei khusus ekonomi kreatif oleh Badan Pusat Statistik (BPS), subsektor itu pada 2016 menyumbang 41,4 persen.

“Pada tahun yang sama, nilai ekspor kuliner mengalami peningkatan sebesar 6,92 persen menjadi USD1.206 juta dari yang sebelumnya USD1.179 juta. Melihat peningkatan itu, kami pun akan terus mengawal peningkatan subsektor kuliner, agar terus menjadi subsektor penyumbang PDB ekonomi kreatif dan dapat menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia,” ujar Fahmy.

Dia menjelaskan, kegiatan tersebut dilakukan untuk mempertemukan antara reseller atau distributor dengan para peserta food startup Indonesia.

Pada acara kali ini, peserta memiliki keberanian untuk mengembangkan pemasaran produk di luar kota asalnya. Ini menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh calon peserta.

“Tujuannya, membuka kesempatan mempromosikan produknya kepada masyarakat luas di seluruh Indonesia. Sebab, dalam setiap acara Kreatifood, kami mengundang pelaku ekonomi kreatif kuliner untuk mengikuti kelas mini di setiap kota,” ulasnya.

Pihaknya berharap, ajang ini bisa menumbuhkan banyak pengusaha kuliner berskala besar di Indonesia. Karena pada kegiatan ini, perusahaan rintisan kuliner dapat lebih mengembangkan usahanya dengan mendapatkan akses ke kanal distribusi dan pemasaran. Pihaknya juga berharap kegiatan di Jakarta ini bisa sukses seperti di kota-kota sebelumnya.

“Acara ini kami gelar untuk meningkatkan peran subsektor kuliner dalam mendongkrak perekonomian Indonesia. Sehingga dapat mendorong perusahaan rintisan atau startup kuliner untuk dapat lebih mengembangkan usahanya dengan mendapatkan akses ke kanal distribusi dan pemasaran,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Perkumpulan Food Startup Indonesia, Yustinus Agung menambahkan, pihaknya lebih memfokuskan kualitas pengusaha kuliner dari jumlah atau kuantitas.

“Tapi yang tidak masuk kelompok terbaik juga tetap dalam pembinaan dan nyatanya semakin banyak startup kuliner yang bertumbuh besar. Kalau 10 persen saja dari sekitar 1,6 juta usaha mikro kuliner yang terdata di Indonesia itu berhasil semua, maka perekonomian Indonesia akan semakin tumbuh bagus,” ucap Yustinus. (eva)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password