Kowani Kembali Gaungkan Semangat Ibu Bangsa

Kabarjitu/eva

JAKARTA (kabarjitu): Kongres Wanita Indonesia (Kowani) ajak perempuan Indonesia kembali gaungkan semangat Ibu Bangsa.

6

Konsep Ibu Bangsa yang sudah ada sejak tahun 1935 merupakan hasil kongres perempuan Indonesia yang digelar dengan penuh perjuangan. Kini, konsep tersebut sudah saatnya diperbaharui dengan menyesuikan perkembangan jaman.

Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto mengatakan, pihaknya berencana akan kembali mengaungkan semangat Ibu Bangsa di semua wilayah Indonesia. Dalam waktu dekat, rencananya dilakukan di Kota Bandung dan akan dihadiri sekitar 2000 perempuan dari berbagai kalangan.

“Semangat Ibu Bangsa ini muncul pertama kali saat digelar Kongres Wanita ke-2 di Kota Yogyakarta pada tahun 1935. Sebagai pejuang, para perempuan Indonesia saat itu harus ikut terlibat dalam kegiatan persiapan kemerdekaan, termasuk saat Sumpah Pemuda untuk menyatukan semua kaum perempuan dalam negara Indonesia,” katanya kepada kabarjitu.com, di Kantor Kowani, Jakarta, Rabu (26/09).

Giwo menjelaskan, Kowani lahir tahun 1928 mendapat amanah untuk ikut meningkatkan harkat martabat kaum peremuan, yakni berkarakter dan membela negara. Apalagi di era digital dan era teknologi, harus diantisipasi oleh kaum ibu, terutama dalam hal mendidik anak-anak untuk mempersiapkan generasi mendatang yang lebih berkualitas.

“Kami akan terus bersinergi untuk mengulang kembali tugas Ibu Negara yang terdahulu. Apalagi, saat ini kami punya 12 bidang yang berkepentingan untuk memperjuangkan kemampuan perempuan Indonesia. Karena kami cukup prihatin dengan pernikahan anak usia dini dan perceraian anak,” ungkapnya.

Menurutnya, tugas perempuan saat ini adalah bagaimana meneruskan perjuangan perempuan-perempuan menuntut hak, sekaligus ikut terlibat dalam pembangunan bangsa. Sehingga perempuan Indonesia harus jadi ibu bangsa. Apalagi, semua perempuan Indonesia yang sudah beranjak dewasa sudah bisa disebut sebagai Ibu Bangsa.

“Ibu Bangsa bisa ditujukan kepada semua, baik perempuan Indonesia yang sudah melahirkan anak dari rahimnya sendiri maupun yang tidak melahirkan anak. Karena kedudukan sebagai Ibu Bangsa tersebut membawa konsekuensi bagi perempuan untuk menjalankan tugas dan fungsinya, berkaitan dengan tugasnya sebagai ibu bagi anak-anak, sebagai istri, dan sebagai pendidik utama generasi muda,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, peran sebagai Ibu Bangsa sejati sangat penting untuk mendorong terwujudnya kejayaan Indonesia. Namun demikian, pihaknya menyayangkan, masih saja ada hambatan yang dihadapi perempuan untuk menunjukkan perannya sebagai Ibu Banga sejati. Di antaranya perdagangan perempuan, kekerasan terhadap perempuan hingga masih belum tercapainya kesetaraan perempuan dengan laki-laki.

“Masalah tersebut menjadi tugas penting bagi kaum perempuan untuk segera diselesaikan. Mengenai kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, di luar kodratnya sebagai perempuan, peran perempuan dan laki-laki adalah sama, begitu pula dengan kesempatan yang dimiliki perempuan dan laki-laki juga harus sama dan setara,” paparnya. (eva)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password