Kementerian ESDM Mainkan Proyek Jaringan Gas Rumah Tangga Rp 202,9 M

istimewa

 

JAKARTA (kabarjitu): Di tahun 2018 ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Minereal (Kemen ESDM) melalui satuan kerja Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi melaksanakan proyek Pembangunan Jaringan Gas untuk Rumah Tangga.

………………

Proyek itu berlokasi di empat daerah, yakni, Kota Lhokseumawe, Kota Palembang, Kota Prabumulih, dan Kabupaten Musi Rawas.

Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA), Jajang Nurjaman mengungkapkan, untuk proyek ini, Kemen ESDM menyiapkan pagu anggaran sebesar Rp202.914.194.000.

Dana tersebut dialokasikan untuk membangun sambungan jaringan gas ke 17.515 rumah. “Terkait proyek di atas, Center for Budget Analysis (CBA) memiliki beberapa catatan,” kata Jajang kepada kabarjitu, Minggu (30/9/2018).

Pertama, ada kejanggalan dalam proses lelang. Dengan dimenangkannya PT Torindo Utama Sakti yang beralamat di Rukan Sedayu Square BLOK L no.58-59 Jl. Lingkar Luar Barat RT/RW. 006/012 Kel. Cengkareng Barat Kec. Cengkerang Kota Jakarta Barat, patut diduga dibumbui permaianan kotor.

Awalnya, pihak PT Torindo Utama Sakti dalam proses lelang mengajukan nilai kontrak proyek sebesar Rp189.675.871.979. Angka ini jauh lebih mahal dibanding tawaran PT Noorel Idea senilai Rp183.593.387.760.

Bahkan dari segi nilai teknis, PT Torindo Utama Sakti kalah. Namun, meskipun kalah dari segi harga yang ekonomis dan penilaian teknis, anehnya pihak Kemen ESDM tetap memenangkan perusahaan ini.

Meskipun dalam perkembangannya ada perubahan nilai kontrak yang disepakati antara Kemen ESDM dan PT Torindo Utama Sakti, dari ajuan awal sebesar Rp 189,6 miliar menjadi Rp 183,4 miliar, hal ini tidak menghilangkan indikasi permainan proyek dengan memenangkan perusahaan tertentu.

Selain itu, Pihak Kemen ESDM juga terkesan asal-asalan dalam melaksanaan proyek bernilai ratusan miliar ini. Hal ini terlihat dari belum ditentukannya waktu pengerjaan yang jelas. Padahal, pihak mereka sudah menentukan pemenang proyek.

“Berdasarkan catatan di atas, CBA mendorong pihak berwenang, khususnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk membuka penyelidikan terhadap proyek Pembangunan Jaringan Gas untuk Rumah Tangga ini,” kata Jajang.

Jauang berharap, KPK segera memeriksa pejabat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi yang berperan sebagai penyelenggara lelang, serta Ignasius Jonan selaku Menteri ESDM mengingat proyek ini bernilai ratusan miliar.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password