Jokowi Takut Surya Paloh, Paloh Gemeter Sama Rizal Ramli

KABARJITU: Surya ‘Brewok’ Paloh benar-benar sudah kebakaran brewoknya (kebakaran jenggot). Api yang menyulut brewok Paloh dinyalakan Rizal Ramli. Apinya bersumber dari Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

____________

Kebijakan impor sejumlah komoditas yang dilakukan Enggar, dinilai merugikan rakyat petani. Inilah yang membuat pitam Rizal Ramli naik. Karena memang, dia paham soal perekonomian. Tidak hanya sebatas teori akademis, tapi praktis politis.

Apalagi, Rizal Ramli sudah beberapa kali duduk di kabinet. Terhitung sejak era Gus Dur, Megawati, sampai Jokowi.

Rizal memang dikenal sebagai pejabat pro rakyat. Walaupun Jokowi mendudukannya di bangku kabinet, Rizal tetap konsisten mengkritik kebijakan yang dinilainya salah. Terlebih jika tak berpihak ke rakyat.

Baru-baru ini, Sang Penerobos (julukannya), mengeluarkan ‘statemen panas’ yang membakar jenggot Paloh. Pernyataan itu disampaikan Rizal Ramli pada acara Indonesia Business Forum yang ditayangkan stasiun TV One pada 6 September 2018.

Berikut pernyataannya;
“Sebetulnya biang keroknya ini Menteri Perdagangan Saudara Enggar, ya. Misalnya impor dari garam dia lebihkan 1,5 juta ton, petani garam marah.”

“Yang kedua, impor gula dia tambahkan 2 juta ton, impor beras dia tambahin 1 juta ton, termasuk yang Faisal katakan tadi soal ban.”

“Jadi biang keroknya sebetulnya Saudara Enggar, ya. Cuma Presiden Jokowi gak berani negor, takut sama Surya Paloh, ya. Saya katakan Pak Jokowi panggil saya saja biar saya yang tekan Surya Paloh, karena ini brengsek. Impor naik tinggi sekali, petani itu dirugikan, petambak dirugikan. Dan akibatnya elektabilitas Pak Jokowi juga merosot digerogoti mereka ini. Pada main dari komisi, dari impor yang sedemikian besarnya.”

Mungkin, jika dalam statemen itu tidak terselip kalimat, “Cuma Presiden Jokowi gak berani negor, takut sama Surya Paloh, ya. Saya katakan Pak Jokowi panggil saya saja biar saya yang tekan Surya Paloh, karena ini brengsek,” masalahnya tak kan panjang.

Surya Paloh pun tak bakal bereaksi mengerahkan balad-baladnya. Apalagi terkait elektabilitas partainya di ajang Pileg dan Pilpres 2019.

Umpan Rizal Berhasil Strike
Yang menarik dalam “Sandiwara Tutur Tinular” Rizal versus Paloh itu justru bukan pada perhelatan keduanya.

Melainkan pada ungkapan Rizal, “Jokowi takut sama Surya Paloh.” Uniknya, kenapa pula ungkapan itu harus disisipkan dalam statemennya? Terlebih ada tambahan kalimat, “Pak Jokowi panggil saya saja biar saya yang tekan Surya Paloh.”

Inilah yang lazim disebut sebagai “umpan pancing”. Umpan yang sengaja dilemparkan ke tengah lubuk. Tujuannya agar disambar penghuni lubuk.

Ternyata, umpan itu memang jitu. “Strike..” Umpan pun disambar dan nyangkut dikail.

Tentu saja, umpan itu memang harus dipasang oleh Rizal. Pasalnya, sudah berkali-kali kebijakan impor Mendag Enggar dikritisi, diprotes petani. dan dicaci kaum netizen, tapi tak dipedulikan. Bahkan semakin menjadi-jadi.

Barangkali masih teringat di otak rakyat. Awal tahun 2018 ini disambut tangisan petani. Penyebabnya, pada medio Januari 2018, pemerintah mengimpor 500 ribu ton beras dari Thailand dan Vietnam. Rencana itu diprotes berbagai pihak, karena dianggap merugikan petani yang panen raya di akhir Februari. Namun “kafilah berlalu, walau anjing terus menggonggong.”

Bukan hanya beras, garam pun diimpor. Pada pertengahan Maret 2018, pemerintah resmi mengeluarkan izin impor 3,7 juta ton garam industri.

Tepatnya pada 15 Maret 2018, Presiden Joko Widodo meneken Peraturan Pemerintah No.9 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pengendalian Impor Komoditas Perikanan dan Komoditas Pergaraman sebagai Bahan Baku dan Bahan Penolong Industri.

Padahal, terbitnya peraturan pemerintah (PP) tentang izin impor garam itu menabrak Undang-Undang Perlindungan Nelayan.

Melalui peraturan itu, pemerintah menggugurkan fungsi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Padahal, KKP merupakan institusi pemberi rekomendasi impor garam. Ini sesuai amanat UU Perlindungan Nelayan.

Pasal 37 UU No. 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam menyebutkan, “Dalam hal impor komoditas perikanan dan komoditas pergaraman, menteri terkait harus mendapatkan rekomendasi dari menteri.”

Artinya, Menteri Kelautan berwenang memberi rekomendasi kuota impor yang diperlukan.

Namun, faktanya, Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian, yang menyokong lahirnya PP itu, tak peduli. Meski aturan tersebut bertentangan dengan undang-undang.

Selain menentang UU, PP ini janggal. Sebab, secara rigid mencantumkan volume impor garam, yakni 2,37 juta ton dari kebutuhan 3,7 juta ton setahun. Padahal, hingga tingkat peraturan menteri, selama ini pemerintah tidak pernah merinci angka impor komoditas tertentu, hanya prosedur impor. (Tempo.co)

Persoalan garam belum usai, lagi-lagi pemerintah melakukan impor. Kali ini giliran komoditas gula.

Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) menolak rencana pemerintah yang akan mengimpor gula mentah (raw sugar).

Sekjen APTRI, Nur Khabsyi menyebut, impor gula mentah hanya akan membuat gula lokal tak akan laku di pasaran. Itu akan berimbas pada perekonomian petani tebu di berbagai daerah.

“Gula petani tak laku, karena banjir impor. Itu bikin petani sengsara karena kebanyakan,” tutur Nur Khabsyin, Ahad (26/8). Republika.co.id

Apalagi stok gula  masih cukup. Pada 2017, ada 1 juta ton, rembesan rafinasi sekitar 800 ribu ton. Sedang produksi gula pada 2018 sebanyak 2,1 juta ton. Sementara kebutuhan gula konsumsi  2,7 ton. Dengan begitu stok gula surplus 1,2 juta ton.

“Kalau ada lagi izin impor berarti surplusnya bertambah, ini gila pemerintah mau buhuh petani dan industri gula dalam negeri,” kata Nur Khabsyin.

Rizal Digugat
Sebagai pasukannya Surya Paloh, pengurus DPP Partai Nasdem mengancam akan melaporkan Rizal Ramli ke Bareskrim Polri. Tentunya, jika mantan Menko Kemaritiman di kabinet Jokowi tidak mencabut pernyataannya. Khususnya soal Presiden Jokowi tidak berani menegur Mendag Enggartiasto, karena takut kepada Surya Paloh.

Ancaman itu didahului oleh somasi terhadap Rizal.

“Jika dalam 3×24 tidak mencabut pernyataan, akan kami laporkan ke Bareskrim,” kata Ketua DPP Nasdem Bidang Advokasi dan Hukum, Hermawi Taslim di kantornya, Senin (11/9/ 2018).

Ketua DPP Nasdem Yasin Limpo menilai, pernyataan Rizal dikutip beberapa media online dan akun sosial media. Ini mengesankan bahwa seolah-olah Surya Paloh di belakang kebijakan impor.

“Masyarakat mendapatkan informasi yang sesat dan tidak benar dari pernyataan RR ini,” ujar Yasin Limpo.

Yasin membantah semua pernyataan Rizal Ramli. Dia menyatakan, NasDem tidak memiliki sangkut-paut, baik langsung maupun tidak, dengan kebijakan impor pemerintah.

“Jika ada menteri dari NasDem tidak bagus kinerjanya, Pak Surya Paloh pun tidak pernah bermasalah jika harus di-reshuffle.”

Ancaman Nasdem kepada Rizal Ramli menuai protes. Netizen menilai, Nasdem kekanak-kanakan. Malah muncul pertanyaan: Mendag selalu impor melebihi kebutuhan, lebihnya untuk siapa? Dari mana Nasdem punya dana besar dan bisa “bajak” kader partai lain?

Begini reaksi rakyat netizen;
“Pak @RamliRizal dapat dipastikan tidak akan sembarangan menyampaikan apa yg menurutnya benar. Sdh dpt pasti ada data kongkrit di tangan oleh karena itu NasDem bakal menampar mukanya sendiri & memalukan. Bayangkan saja kalau sudah menampar muka sendiri mau balas ke siapa lagi ?” kicau @Cho_mecok.

“Kalau mau berpolitik cerdas harusnya @NasDem stop impor yg rugikan petani kita. Itu pokok masalahnya! Pak @RamliRizal hanya menjalankan fungsi kontrol sosial sebagai warga negara,” kicau @arif_dwipurnomo.

“Itu cuma akan merugikan Nasdem karena rakyat lebih percaya @RamliRizal. Apalagi faktanya impor memng sangat merugikan petani,” sindir @rayarton

“Cara-cara cemen dan cengeng dari Nasdem yang main somasi malah akan jadi bahan tertawaan publik. Sebaliknya publik akan tambah mengapresiasi Pak @RamliRizal. Lanjutkan, Pak RR, publik perlu mendapat pencerahan terkait ekonomi bangsa ini,” tambah @banfabening.

“Kurang baik apa pak @RamliRizal ngingetin dlu “udah lampu kuning, hati-hati !” Ditegur halus ga ngerti, pakai cara keras tersinggung. Jadi pejabat negara kok mentel banget,” kicau @mazickzer.

“Prof. Rizal Ramli itu orang jujur, konsekuen, konsisten! Bila benar disomasi, itu panggung buat Prof. Rizal Ramli buat cukur semuanya!!!,” @kingstaryadi.

“Sebenarnya sya liat pak @RamliRizal lah yg paling menjaga presiden @jokowi  biar gak dimanfaatin ama orang-orang kaya gini. Ngejilat tapi makan dalaman. Parah. Maju trus pak RR,” tambah @teuku_dey.

“Sandiwara politik aja, emang kalian tdk ngakui bhw petani sengsara di negeri ini akibat import jor joran yg dilakukan Enggar. Buta mata kalian Nasdem. Liat tuh petani,” sindir @rahmaniarbaftim.

“Ini mantab. Mudah2an nanti kita dapat tontonan menjengkelkan yg sejak lama ditutup-tutupi. Bagaimana kebijakan impor justru dibuat saat petani sedang panen (jagung, beras, kedelai, gula, dll). Yg penting pengadilannya fair,” tegas akun @adhiemassardi.

“Makin dibongkar makin nyungsep elektabilitasnya….mengarah kebijakan kriminal menyengsarakan petani,” ujar akun dengan nama Muhammad Ahyar

“Mudah-mudahan jg terungkap dr mana Nasdem bisa punya dana besar & bisa “bajak” kader partai lain,” ledek akun @candigawai.

“Tidak hanya import saat petani musim panen, Mendag juga selalu import melebihi Kebutuhan. Nah lebihnya itu utk siapa?” kata @yosnggarang.

“Gimana bisa fair jaksa agungnya org Nasdem,” kicau akun dengan nama Abdul Rochim.

Berbagai sumber

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password