Cegah Korupsi, Kementan Minta Bantuan KPK

Kabarjitu/eva

JAKARTA (kabarjitu): Untuk mendongkrat produksi pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) menggiatkan program pengembangan pertanian modern.

_______

Program tersebut melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada petani di seluruh Indonesia.

Sejak tahun 2014 hingga 2018, kebutuhan alsintan meningkat hingga 2.000 persen. Untuk mencegah penyelewengan anggaran yang disaluran melalui pertanian, lingkungan kerja pertanian menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, kerjasama ini untuk menghindari tindak pidana atau hal-hal mencurigakan. Sehingga Kementan terbebas dari korupsi.

Di kementeriannya, kata Amran, satuan tugas (Satgas) KPK sangat diperlukan. Karena masih banyak regulasi terkait hukum yang belum dipahami secara benar oleh jajarannya.

“Niat kami itu baik, tapi tidak tahu kalau ada regulasi yang jadi keliru. Makanya, kami undang kembali KPK untuk bersinergi, memperkuat pencegahan korupsi dan mengecek penggunaan anggaran yang sudah disalurkan, khususnya untuk alsintan. Kami ingin semua terbebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme”, kata Amran kepada kabarjitu.com di Kantor Kementan, Jakarta, Selasa (25/9/2018)

Diakuinya, pertemuan kali ini dilakukan secara khusus dan tertutup yang diinisiasi oleh pihaknya. Pertemuan itu terjadi karena menyusul beredarnya kabar miring mengenai penyalahgunaan anggaran untuk pembelian alsintan. Apalagi, selama ini sikap tegasnya terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan akuntabel sudah diterapkan di lingkungan kementerian yang dipimpinnya.

“Sejak tahun 2015 lalu, kami sudah menjalin komunikasi intens dengan KPK. Hingga saat ini, ada 3 hingga 4 orang KPK yang ditempatkan di kantor kami. Mereka bertugas mengawasi kerja kami. Makanya, saya minta kepada masyarakat, jika memiliki informasi mengenai penyelewengan atau penyalahgunaan anggaran pertanian segera melapor. Hari itu juga orang tersebut tanpa saya beri peringatan, langsung saya pecat,” tegasnya.

Dia menjelaskan, sejak tahun 2015, pihaknya telah memberikan bantuan alsintan. Tercatat, hingga tahun 2017, jumlah bantuan alsintan berbagai jenis yang diberikan kepada petani berjumlah masing-masing 157.493 unit, 110.487 unit, dan 321.000 unit. Padahal sebelumnya, pada tahun 2010-2014, jumlah bantuan alsintan yang dibagikan tidak lebih dari 50.000 unit.

“Ini merupakan pertama dalam sejarah dan menjadi rekor pemberian alsintan terbanyak sepanjang sejarah pertanian Indonesia. Kami pun berjanji pada tahun 2019, masih akan memberikan bantuan alsintan kepada petani,” paparnya

Amran menilai, modernisasi pertanian melalui penggunaan alsintan secara signifikan terbukti mampu meningkatkan produktivitas komoditas pangan dan pendapatan petani. Itu karena proses produksi beras jadi lebih efisien. Sehingga melalui penggunaan alsintan pada setiap tahap kegiatan produksi, panen dan pascapanen mampu menghemat biaya pengolahan tanah, biaya tanam, biaya penyiangan, dan biaya panen.

“Karena sebagian besar tenaga kerja sudah diganti oleh penggunaan alsintan yang jauh lebih efisien. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden RI, Joko Widodo bahwa modernisasi pertanian saat ini dibutuhkan, agar kehidupan petani lebih sejahtera. Presiden berharap, yang dikerjakan bukan hanya menanam atau mencari benih atau memupuk saja, tapi setelah pascapanen tersebut keuntungannya yang lebih besar,” ungkapnya. (eva)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password