65 Perusahaan Sawit Dapat Sertifikat ISPO

Kabarjitu/eva

JAKARTA (kabarjitu): Komisi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) memberikan 67 sertifikat ISPO kepada 65 perusahaan sawit dan 2 Koperasi Unit Desa (KUD) pekebun swadaya.

______

Hingga saat ini, total sertifikat ISPO yang telah diterbitkan mencapai 413 sertifikat. Ke-413 sertifikat tersebut diberikan kepada 407 perusahaan sawit, 1 asosiasi pekebun swadaya, 2 KUD pekebun swadaya, dan 3 KUD Plasma.

Ketua Sekretariat Komisi ISPO Azis Hidayat mengatakan, pihaknya akan terus bekerja keras mempercepat penyerahan sertifikat ISPO. Kendati demikian, pihaknya tetap akan bersikap independen. Selain itu, pihaknya juga akan lebih teliti dalam proses verifikasi syarat prinsip dan kriteria perusahaan penerima ISPO. Sertifikat ISPO akan berlaku selama lima tahun.

“Terbukti, ada 33 pelaku usaha yang ditunda, karena belum clean and clear, lantaran terganjal persoalan. Antara lain, kebunnya belum punya hak guna usaha (HGU), pelepasan kawasan hutan, sengketa lahan, kebun pemasok belum izin usaha perkebunan (IUP), dan masa berlaku IUP sudah habis. Tapi, belum diperbaharui untuk perkebunan,” katanya kepada kabarjitu.com di sela Penyerahan Pengakuan Lembaga Sertifikasi dan Sertifikat ISPO ke-X dan Diskusi Interaktif bertema “Percepatan Sertifikasi ISPO Solusi Jitu Hadapi Issue Negatif”, di Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Dia menyebutkan, dengan adanya 413 sertifikat ini, maka total luas lahan yang telah bersertifikat seluas 2.349.317 hektar, dengan total produksi tandan buah segar (TBS) sawit sebanyak 45.756.777 ton/tahun dan produksi crude palm oil (CPO) 10.204.706 ton/tahun.
Bahkan, saat ini pemerintah tengah berupaya mempercepat proses sertifikasi ISPO. Namun, semua pihak baik kementerian-kementerian terkait dan pelaku usaha harus berkomitmen dalam mempercepat proses ini.

“Jadi, saat ini perlu percepatan. Umumnya, hambatannya hanya pada Hak Guna Usaha (HGU), kebun yang ada di kawasan, juga terkait limbah. Pengusaha sekarang belum daftar karena dia sedang memenuhi persyaratan ini,” tandas Azis.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan), Bambang, menambahkan, sertifikasi ISPO diperlukan agar perkebunan sawit di Indonesia berkelanjutan, tidak merusak lingkungan sekitar.

Itulah sebabnya, pemerintah mewajibkan semua perusahaan perkebunan sawit mengantongi sertifikat ISPO. Karena ISPO merupakan komitmen pemerintah pada dunia internasional, bahwa Indonesia membangun industri dengan peduli lingkungan, sosial, dan ekonomi.

“Melalui standar ini, industri mereka bisa memenuhi standar lingkungan. Karena
ISPO adalah standar yang kita sepakat untuk menjadikannya sebagai standar yang kredibel, dihormati, dan diterima secara internasional. Jadi, semua perusahaan perkebunan sawit harus mengantongi sertifikat ISPO untuk meyakinkan negara-negara lain. Apalagi, produk minyak sawit mentah Indonesia sudah ramah lingkungan dan memperhatikan keberlanjutan,” paparnya.

Dia menjelaskan, semua perusahaan perkebunan sawit perlu memenuhi standar-standar yang ditetapkan ISPO agar dapat menghindari kampanye hitam seperti perusakan hutan, pencemaran lingkungan dan sebagainya. Sehingga ISPO langkah berani pemerintah di tengah kegaduhan dan serangan-serangan. Maka, Indonesia tidak hanya menggantungkan pada voluntary, nanti yang sustainable hanya 2-3 perusahaan saja, bukan sawit Indonesia yang sustainable.

Menurutnya, serangan terhadap sawit tak akan hilang begitu saja dengan adanya sertifikat ISPO. Negara-negara lain akan terus mencari cara untuk menghambat masuknya sawit Indonesia.

Tapi setidaknya, ISPO dapat menjadi alat untuk menangkis hambatan-hambatan yang dibuat negara lain.

“ISPO itu hanya satu instrumen yang kita pakai untuk perdagangan global. Bukan berarti kita bisa melenggang tanpa ada serangan kampanye hitam. Hambatan perdagangan akan tetap banyak, semua negara membentengi dengan tarif dan sebagainya. Tapi paling tidak kita punya senjata yang bisa dipakai untuk negosiasi,” pungkasnya. (eva)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password