LRT Palembang Mogok itu Bernilai Rp12,5 Triliun, KPK Wajib Lidik, Netizen Sodok Jokowi

istimewa

JAKARTA (kabarjitu): Setelah LRT (Ligth Rail Transit) di Palembang yang diresmikan oleh Presiden Jokowi, ternyata mengalami masalah. LRT itu seringkali tiba-tiba mogok.

_________

Bahkan, kasus mogok yang terjadi pada Minggu (12/8/2018) baru lalu, adalah kejadian yang ketiga kalinya. Padahal, idealnya, apabila sebuah proyek sudah diresmikan, artinya proyek LRT tersebut sudah layak digunakan, karena melalui serangkaian kajian dan ujicoba.

Namun, faktanya, LRT itu bukannya lancar digunakan publik, malah sebaliknya, mengalami mogok. “Ini memperlihatkan tanda tanda kejanggalan yang tak bisa disembunyikan oleh pihak Kementerian Perhubungan,” ungkap Direktur CBA (Center For Budget Analysis)
Uchok Sky khadafi.

Uchok mengungkapkan, kejanggalan tersebut bisa dilihat dari nilai investasi pembangunan LRT Sumatera Selatan, yang dimulai dari Stasiun Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II hingga Jakabaring Sport City. Dimana proyek itu menelan biaya sebesar Rp12,5 triliun.

Berarti, untuk setiap satu kilometer, pembangunan LRT sepanjang 23,4 KM, bisa menghabiskan anggaran antara USD37juta-40 juta, atau sekitar Rp520 miliar.

Nilai itu jelas terlalu mahal dan patut diduga ada kecenderungan mark up. Sebab, biasanya hanya sekitar USD8 juta per kilometernya. Karena itulah, dengan munculnya persoalan ini, sudah seharusnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyelidikan.

“Kami dari CBA meminta kepada KPK untuk segera memanggil Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, dan pihak Waskita Karya. Pemanggilan ini untuk pemeriksaan. Bukan saja pembangunan jalan rel kereta api, tapi juga memeriksa kereta api yang mogok. Apakah Kereta api tersebut barang baru atau rongsokkan,” ungkap Uchok.

Uchok mendesak agar KPK jangan hanya fokus pada Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepala daerah saja. Tapi juga harus fokus kepada kementerian yang menangani pembangunan Infrastrukturnya Jokowi.

Ketiga Kali
Ternyata, LRT Palembang ini sudah ketiga kalinya mogok. Kali ini kereta berhenti mendadak di tengah lintasan di stasiun Jakabaring.

Ratusan penumpang terpaksa nekat turun dari kereta. Mereka berjalan kaki sejauh 2 Km agar bisa sampai ke jalan di bawah konstruksi LRT tersebut.

Tampak para penumpang turun dengan pakaian yang sudah basah oleh keringat. Bahkan ada seorang ibu menggendong balitanya sambil menangis.

Terlihat jelas, ratusan penumpang berduyun-duyun berjalan kaki melintasi jalur evakuasi di bagian bawah lintasan. Padahal jalur itu memiliki tegangan listrik yang sangat tinggi. Mereka terpaksa harus nekat turun dari LRT karena seluruh lampu dan AC mati mendadak.

Seorang penumpang, Juwaeni (39) mengatakan LRT yang ditumpanginya mogok sekitar jam 17.30 WIB. Kereta LRT berhenti mendadak usai melintas dari stasiun Polresta menuju ke stasiun Jakabaring.

“Saat LRT melintas di antara stasiun Polresta ke stasiun Jakabaring lampu semua mati, AC mati. Lucunya, kami tidak boleh keluar hampir 30 menitan,” ungkap Juwaeni di Stasiun Jakabaring, Minggu (12/8/20).

Karuan saia, semua penumpang pun sontak  panik. Bahkan sebagian penumpang menangis setelah LRT tiba-tiba berhenti mendadak.

“Petugas bilangnya hanya ada sedikit gangguan. Tapi ini sudah 30 menit listrik di dalam yang mati, tak hidup lagi. Para penumpang sempat ribut dengan petugas, karena dilarang turun,” katanya.

Seperti diketahui, LRT diuji-operasikan pada 23 Juli 2018 lalu. Awalnya hanya ada 2 rangkaian yang beroperasi. Sejak LRT beroperasi, tercatat sudah 3 kali ini kereta berhenti mendadak alias mogok.

Teriakan Netizen
#LRT_Palembang_Mogok
Bangun biaya mahal, diklaim termurah drpd LRT malaysia mok malah MOGOK an….😄😄😄
#copas
Cuitan wong kito galo (palembang):
INFRASTRUKTUR APA INI ??? baru diresmiin dah macet2 aja…pencapaian apa namanya? Woi wong plembang janganlah nak keno kicu jokowi..agek pilpres dak usah dipilih..
~~~
LRT Palembang mogok, penumpang jalan kaki 😂🤣😂. Kualitas infrastruktur kejar tayang ya begini…
Membiarkan penumpang LRT Palembang yang mogok untuk berjalan di rel sangatlah berbahaya. Lokasi tinggi, tegangan listrik tinggi.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password