Pemkot Depok Biayai Siswa Miskin di Sekolah Swasta

kreasi kabarjitu

DEPOK (kabarjitu): Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melakulan terobosan baru guna mengatasi persoalan pendidikan. Mulai tahun ini, siswa dari keluarga miskin yang bersekolah di swasta, akan mendapat bantuan biaya pendidikan.

_____________

Kepala Disdik Kota Depok, Mohammad Thamrin mengatakan, siswa miskin yang tidak tertampung di sekolah negeri karena melampaui kuota penerimaan, tidak perlu khawatir. Sebab, Pemkot Depok melalui Dinas Pendidikan (Disdik) akan membantu membiayainya.

Jadi, untuk siswa dari keluarga miskin tetap mendapat pendidikan di sekolah swasta dengan biaya dari pemerintah melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Di semester I tahun ajaran 2018/2019, dana BOS APBD yang diberikan ke 160 SMP swasta akan dialokasikan untuk kebutuhan siswa miskin. Sehingga mereka tidak dibebankan biaya atau gratis di sekolah swasta,” tutur Kepala Disdik Kota Depok, Mohammad Thamrin, belum lama ini.

Menurut Thamrin, jumlah dana BOS APBD yang dialokasikan bagi siswa miskin di sekolah swasta sebesar Rp 3 juta per siswa setiap tahun. Dana tersebut akan ditransfer ke sekolah setiap semester sebesar Rp 1,5 juta.

“Untuk pencairannya menunggu APBD Perubahan Kota Depok. Bagi sekolah swasta yang tidak menerima siswa miskin, maka sekolah tersebut tidak mendapatkan dana BOS APBD dan bantuan Kesejahteraam Rakyat (Kesra) untuk guru swasta,” jelasnya.

Sehingga mereka tidak dibebankan biaya atau gratis di sekolah swasta

Thamrin menambahkan, dengan daya tampung dan jumlah sekolah negeri yang terbatas,  Disdik pun menentukan kuota penerimaan siswa miskin hanya sebesar 20 persen. Sedangkan, untuk jumlah sekolah negeri yang ada di Depok sebanyak 272 Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan 26 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN).

“Jadi, bukan penolakan oleh sekolah negeri terhadap siswa miskin, tetapi karena daya tampung yang terbatas. Sehingga kami membatasi penerimaan siswa miskin sebesar 20 persen di setiap sekolah negeri. Misalnya, daya tampungnya 300 siswa maka siswa miskin yang diterima hanya 60 siswa. Sementara yang mendaftar sekitar 200 siswa miskin di sekolah negeri,” tandasnya.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password