Faktanya, Istana, NU, & Yahya Staquf Bohongi Kaum Muslim

kreasi kabarjitu

KABARJITU: Tak bisa dibantah lagi, kepergian Yahya Cholil Staquf ke Israel memenuhi undangan American Jewish Committee (AJC) telah menyakiti umat Muslim. Bukan hanya umat Muslim di Indonesia, tapi juga dunia.

_______

Pasalnya, ketika rakyat mempertanyakan soal undangan yang ditujukan kepadanya sebagai Sekjen Suriyah (General Secretary) PB NU, Staquf membantah dan menyatakan sebagai pribadi.

Kebohongan sama juga disampaikan pengurus NU melalui Ketua PB NU Robikin dan Ketua MUI Maruf Amin. Begitu juga dengan pihak Istana, yang disampaikan langsung Presiden Joko Widodo.

Kebohongan tidak hanya sampai di situ. Staquf mengaku, kunjungannya ke Israel diakuinya sebagai upayanya untuk mengangkat isu Palestina. Faktanya, materi pembicaraan Staquf sama sekali tidak menyinggung soal Palestina.

Di Israel, Staquf menjadi narasumber dalam forum yang diprakarsai American Jewish Committee (AJC) pada Minggu, 10 Juni 2018 tersebut.

Seusai acara, Yahya Staquf menyatakan kehadirannya di Israel adalah demi Palestina. Pernyataannya itu diunggah lewat situs NU Online.

“Saya berdiri di sini untuk Palestina. Saya berdiri di sini atas dasar bahwa kita semua harus menghormati kedaulatan Palestina sebagai negara merdeka,” kata Yahya setelah menjadi pembicara dalam forum itu sebagaimana dilansir NU Online, Senin (11/6/2018).

Namun apa yang terjadi sebenarnya? Setelah AJC Global merilis video pemaparan Gus Yahya lewat kanal YouTube, ternyata tak ada materi yang menyinggung Palestina dan rakyat Palestina.

Ketika ditanya oleh Direktur Internasional AJC bidang Hubungan Inter-agama Rabbi David Rosen yang bertindak sebagai moderator acara, terkait kesannya menghadiri pertemuan di Yerusalem ini, jawaban Staquf justru terkesan membangga-banggakan Israel.

“Ini merupakan keberuntungan, keberuntungan Nahdlatul Ulama dan Indonesia. Presiden Abdurrahman Wahid, Gus Dur, meninggal dunia meninggalkan generasi penerus. Presiden berjuang dan mengikuti langkah, apa yang saya dan teman-teman saya telah lakukan hingga kunjungan kami ke Yerusalem saat ini adalah sederhana, untuk mengikuti apa yang telah dilakukan oleh Presiden Abdurrahman Wahid,” ujar Gus Yahya seperti dikutip detikcom dalam video tersebut, Selasa (12/6/2018).

Hingga akhir diskusi, Yahya sama sekali tidak secara khusus menyampaikan kondisi Palestina dan rakyat Palestina yang dalam beberapa bulan terakhir ini menjadi korban kebiadaban Israel.

Karena itulah, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid pun mengkritik Staquf. “Itu yang menjadi kritik publik juga. Padahal dengan lugas beliau (Staquf) menyampaikan di NU Online bahwa Gus Yahya Staquf berdiri untuk Palestina, bahkan untuk hormati kedaulatan Palestina sebagai negara yang merdeka,” ujar Hidayat Nur Wahid.

Wasekjen PAN Saleh Partaonan Daulay juga melempar kritik. Menurutnya, kunjungan Staquf ke Israel masih menyisakan tanda tanda besar.

 

Hingga akhir diskusi, Yahya sama sekali tidak secara khusus menyampaikan kondisi Palestina dan rakyat Palestina yang dalam beberapa bulan terakhir ini menjadi korban kebiadaban Israel.

——-

 

“Memang tidak ada disinggung (soal Palestina). Terkesan hanya mencari alibi bahwa keberadaan di sana untuk Palestina. Faktanya, itu tidak dibicarakan. Ini yang mesti diperiksa Presiden,” ucap Saleh.

Karena itulah, Partai Gerindra minta agar Staquf dievaluasi dari posisinya sebagai anggota Wantimpres.

“Yahya Staquf dan Jokowi sama-sama ngibul tentang undangan ke Israel,” ujar Waketum Gerindra Ferry Juliantono, Senin (12/6/2018).

Dia mengaku datang untuk membela Palestina di hadapan Israel. Presiden Joko Widodo juga menyatakan hal yang sama, meski menyebut kehadiran Yahya sebagai undangan pribadi, bukan atas nama Indonesia.

“Jokowi menyatakan kunjungan Yahya Staquf ke Israel memenuhi undangan AJC dalam rangka mendukung Palestina. Begitu juga Yahya Staquf menyatakan ini undangan pribadi, bukan sebagai wakil Istana,” kata Ferry.

“Bagi orang yang tahu sejarah Islam dengan baik dan tahu sejarah Sukarno dengan benar, kebijakan Istana ini sungguh merupakan kebohongan publik serius. Di satu sisi pura-pura dukung Palestina, tapi sesungguhnya malah mendukung Israel atas nama apa pun,” imbuhnya.

Senada dengan Ferry, anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade ikut mengkritik. Dia menyebut Staquf tidak benar-benar peduli dengan persoalan Palestina.

“Kalau mengaku kedatangannya untuk Palestina, tentu dalam pidatonya menyinggung masalah Palestina. Dan yang perlu diketahui, sebagai pejabat negara, tidak bisa seenaknya saja menyatakan ini sebagai kapasitas pribadi,” ujar Andre.

Andre juga mendesak agar posisi Gus Yahya sebagai anggota Wantimpres dikaji ulang, untuk menunjukkan kepada dunia, Indonesia tak berpihak kepada Israel.

“Pak Jokowi, posisi Pak Yahya lebih baik dievaluasi kembali. Karena negara Indonesia mendukung kebijakan kemerdekaan Palestina, bukan berpihak kepada penjajah seperti Israel,” tandas dia.

Sebelumnya, Jokowi menyebut kunjungan Gus Yahya ke Israel merupakan urusan pribadi, bukan atas nama negara. Dia menegaskan, keberangkatan Yahya ke Israel itu juga untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

“Saya melihat, karena saya belum mendapatkan laporan, beliau juga belum pulang, (nanti) saya panggil. Intinya juga memberikan dukungan kepada Palestina,” ungkap Jokowi, Selasa (12/6).

Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Ma’ruf Amin menyatakan kunjungan Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf ke Israel adalah urusan pribadi. Ma’ruf meminta agar kunjungan itu tidak dikaitkan dengan NU dan MUI.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password