Rugikan Negara, Saatnya KPK Bongkar Dana Hibah dari DKI ke Bekasi

kreasi kabarjitu

JAKARTA (kabarjitu): Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA), Jajang Nurjaman mendesak pihak penegak hukum, khususnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar membongkar 8 proyek di Pemkot Bekasi, yang diduga merugikan keuangan negara hingga Rp 11,8 miliar.

____________

Ke-8 proyek tersebut dibiayai dari dana bantuan Pemprov DKI Jakarta. “KPK harus memanggil Sekretaris Daerah Kota Bekasi untuk dimintai keterangan,” kata Jajang, Jumat (25/5/208).

Selain Sekda Bekasi, kata Jajang, pihak yang harus diperksa adalah Dinas PUPR, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air selaku penyelenggara proyek.

“Dalam 8 proyek yang dibiayai dari dana Hibbah Pemprov DKI itu, kami menemukan potensi kebocoran anggaran sebesar Rp 11,8 miliar,” ungkap Jajang.

Jajang mengungkapkan, sebagai penyangga ibu Kota, Pemkot Bekasi bisa di bilang cukup beruntung. Namun yang beruntung hanya pejabat pemerintahannya saja, karena kota patriot ini setiap tahunnya selalu mendapat kucuran dana hibah hingga ratusan miliar dari ibu kota.

“Sebaliknya, warganya justru harus menjadi tumbal dari gelontoran ratusan miliar hibah ini. Warga di sana dipaksa mencium bau sampah Bantar Gerbang yang dikirim dari Jakarta,” kat Jajang.

Untuk tahun 2017 saja, Pemkot Bekasi mendapatkan “uang bau” dari Jakarta sebesar Rp 316 miliar.

Memang, uang ratusan miliar itu digunakan oleh Pemkot Bekasi untuk pembangunan infrastruktur jalan, serta program pemberdayaan masyarakat di sekitar Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

“Namun, CBA menemukan banyak kejanggalan yang bisa merugikan keuangan negara,” ujarnya.

Sedikitnya, ada 8 proyek infrastruktur yang dijalankan Pemkot Bekasi tahun 2017. Tujuh diantaranya digarap oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), dan satu  melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air.

Untuk jumlah anggarannya, menghabiskan uang sebesar Rp 146,9 miliar lebih.

Pertama, Proyek Pelaksanaan Kontruksi Pembangunan Flyover Rawapanjang. Dijalankan oleh PT Jayapura Pasifik Permai, beralamat di Jl. Pasifik permai blok G 18-19, kota Jayapura, Papua. Anggaran yang dihabiskan   Rp29.547.400.000

Kedua, Proyek Pelebaran Jalan Pasar Rebo-Komsen, Jatiasih. Dijalankan oleh  PT. Lagoa Nusantara Beralamat di Jl. Kebon Bawang XI No. 10 Kel. Kebon Bawang Kec. Tanjung Priok, Jakarta Utara. Anggaran yang dihabiskan Rp61.845.000.000

Ketiga, Proyek Pembangunan dan pelebaran jalan dan jembatan jatiwaringin raya. Dijalankan oleh PT. Modern Widya Tehnical Graha Multi Modern beralamat di Jl. Cikini Raya No. 44 – Jakarta Pusat . anggaran yang dihabiskan Rp40.895.462.000

Keempat, Proyek Rehabilitasi Jalan Pangkalan 2 Menuju Pangkalan 5, Pemenang PT. Pubagot jaya abadi beralamat di jl. Manggar VI NO. 19, Tugu Utara, Koja – Jakarta Timur. Anggaran yang dihabiskan Rp4.397.012.000

Kelima, Proyek Peningkatan Jalan Cikunir. Dijalankan oleh PT.Gokma Parulian Perkasa, beralamat di Perkantoran Taman Alfa Indah Blok JI/56 Lt.2 Kel. Petukangan Utara Kec. Pasanggrahan Jakarta Selatan. Anggaran yang dihabiskan Rp 3.508.000.000

Keenam, Proyek Jasa Kontruksi Pelebaran Jalan Pasar Rebo-Komsen Jatiasih (Sisa Bantuan DKI) dijalankan oleh PT. Uber Karya, beralamat di Jl. Bugis No.124 Kebon Bawang Tanjung Priok Jakarta Utara. Anggaran yang dihabiskan Rp2.721.890.000

Ketujuh, Proyek Rehabilitasi Jalan Pangkalan 5 Menuju TPA Bantargebang. Dijalankan oleh PT. Somba Hasbo. Beralamat di Gedung Perkantoran Pulomas Satu (Gedung II Lt. 4 Ruang 12) Jl. Jend. A Yani No. 2 Pulomas Jakarta Timur. Anggaran yang dihabiskan Rp 2.782.489.000

Kedelapan, Proyek Pembangunan dan Pelebaran Jalan dan Jembatan Jatiwaringin Raya. Dijalankan oleh PT Malista Kontruksi. Beralamat di Jl. Pelita raya ii komp. Regency no. 9, kota Makassar Sulawesi Selatan. Anggaran yang dihabiskan Rp1.262.203.000

“Dalam pelaksanaan delapan proyek di atas, ada beberapa kejanggalan yang kami temukan. Dalam proses lelang, diduga tidak dijalankan dengan sehat. Hal ini karena nilai kontrak yang disepakati pihak Pemkot Bekasi dengan perusahaan pemenang kelewat mahal,” ungkap Jajang.

Contohnya, proyek Pelebaran Jalan Pasar Rebo-Komsen Jatiasih yang dimenangkan PT Lagoa Nusantara dengan nilai proyek sebesar Rp61.845.000.000. Dalam proyek itu, ada selisih yang teramat jauh, yakni Rp 6,4 miliar, jika dibandingkan penawar terendah yakni PT Sartonia Agung dengan penawaran senilai Rp56.787.000.000.

“Selain nilai kontrak yang disepakati di luar batas kewajaran, kami juga menduga pihak penyedia lelang menggunakan trik yang sama, yang pernah kami ungkapkan dalam dugaan permainan (3 proyek Flyover Kota Bekasi, yang juga menggunakan dana hibah Jakarta tahun anggaran 2018), yakni adanya persyaratan mutlak yang sebenarnya tidak substansi dan mengada-ada, guna meloloskan perusahaan tertentu dan menggugurkan perusahaan lainnya,” ungkap Jajang.

“Dalam pelaksanaan delapan proyek di atas, ada beberapa kejanggalan yang kami temukan. Dalam proses lelang, diduga tidak dijalankan dengan sehat. Hal ini karena nilai kontrak yang disepakati pihak Pemkot Bekasi dengan perusahaan pemenang kelewat mahal,” ungkap Jajang.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password