Menag Sibuk Urus Penceramah, di Tubuh Kemenang Sendiri Banyak Korupsi

kreasi kabarjitu

JAKARTA (Kabarjitu): Baru-baru ini Kementerian Agama (Kemenag) melalui Sekretariat Jenderal (Sekjen) merilis 200 penceramah yang mereka anggap kredibel. Sangat disayangkan, di negeri ini ada puluhan bahkan ratusan ribu penceramah yang layak diakui negara.

_________

Namun dengan adanya list ini, para mubaligh yang tidak masuk di dalamnya, secara tidak langsung diabaikan eksistensinya oleh negara.

Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA), Jajang Nurjaman mengungkapkan, selain list 200 penceramah yang dikeluarkan sesuai dengan selera Sekjen Kemenag, ada juga selera yang sama dalam menentukan pemenang proyek pemeliharaan gedung atau cleaning service di kementerian agama.

“Setiap tahun, proyek pemeliharaan gedung atau cleaning service selalu dimenangkan oleh PT Aldira Mitra Sejati yang beralamat di Jl. Matraman 30E, Menteng Square AR15 – Jakarta Pusat,” ungkap Jajang, Sabtu (20/5/2018).

Proyek Cleaning service yang dijalankan setiap tahun “guna membersihkan najis” yang menempel di gedung kementerian agama, idealnya memberikan kesejukan bagi para penghuninya. Sehingga bisa menjalankan amanah umat sebaik-baiknya.

“Namun apa lacur kebijakan yang keluar justru menimbulkan kekecewaan umat dan bikin gaduh, yakni kebijakan diterbitkannya  list 200 penceramah,” ujar Jajang.

Adapun anggaran yang dihabiskan untuk Proyek pemeliharaan gedung atau cleaning service gedung, jika diakumulasikan selama 3 tahun dari 2016 sampai 2018  mencapai Rp 17.024.145.325.

PT Aldira Mitra Sejati bisa dibilang sangat beruntung, sama halnya dengan 200 penceramah yang kebetulan masuk list Kemenag.

PT Aldira Mitra Sejati beruntung karena menjadi langganan proyek Sekjen Kemenag dan mendapatkan belasan miliar, begitu juga ke-200 peneceramah yang masuk list yan dapat untung, karena secara tidak langsung dipromosikan oleh Sekjen Kemenag.

Lain lagi dengan ratusan perusahaan yang digugurkan Sekjen Kemenag dalam proses lelang, meskipun ada beberapa yang layak karena menawarkan harga yang efisien, nasibnya sama dengan ratusan ribu penceramah, yang sebenarnya juga layak masuk list Kemenag namun diabaikan.

“Karena arogansi Sekjen Kemenag ini, selain menimbulkan kekecewaan umat, kami juga mencatat adanya potensi kerugian negara terkait Proyek Cleaning service yang mencapai Rp 723 juta,” ungkap Jajang.

Hal ini disebabkan, adanya dugaan persaingan dalam lelang proyek yang tidak sehat. Selain itu, nilai proyek yang diajukan PT Aldira Mitra Sejati sebenarnya kelewat mahal, jika dibandingkan penawar lainnya.

Contohnya, untuk Jasa cleaning service di tahun 2018, harga yang diajukan PT Aldira Mitra Sejati sebesar Rp 6,7 miliar, angka ini jauh lebih mahal jika dibandingkan tawaran PT Mitracom Solusindo senilai Rp 6,6 miliar.

“Saran kami kepada Menterian Agama, akan lebih baik jika yang difokuskan adalah membuat kurikulum, yang isi ceramahnya terkait materi yang boleh disampaikan kepada publik dan yang tidak boleh. Bukan malah sibuk ngurusin daftar penceramah yang hanya menimbulkan kegaduhan,” tandas Jajang.

“Serta terakhir kepada menteri agama Lukman Hakim Saifuddin, tolong diawasi kinerja anak buahnya jangan sampai ada uang negara yang diam-diam diembat oknum tidak bertanggung jawab di kementerian yang dipimpinnya,” pungkasnya.

“Karena arogansi Sekjen Kemenag ini, selain menimbulkan kekecewaan umat, kami juga mencatat adanya potensi kerugian negara terkait Proyek Cleaning service yang mencapai Rp 723 juta,” ungkap Jajang.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password