Gerindra Kebakaran Jenggot, Disusupi Spanduk ‘Merebut Kenangan’

kreasi kabarjitu

JAKARTA (kabarjitu): Kebakaran jenggot. Itulah yang kini tengah dialami Partai Gerindra. Pembakar jenggotnya adalah spanduk yang bertuliskan ‘Bergeraklah Merebut Kenangan’.

_________

Kini, foto spanduk yang memuat gambar Ketum Gerindra Prabowo Subianto (tengah melambaikan tangan) tersebut viral di media sosial.

Spanduk tersebut didominasi warna merah dan putih. Pada bagian sisi kirinya tercetak logo Gerindra dan angka 2.

Ada dua buah spanduk yang membuat heboh. Keduanya terpampang di Gedung Olah Raga (GOR) Dabonsia, Kecamatan Dander, Bojonegoro, Jawa Timur, tempat digelarnya acara ‘Prabowo Menyapa’ di Bojonegoro, Sabtu (5/5/2018) kemarin.

Sekretaris DPC Gerindra Wawan Kurniyanto menyebut, sepengetahuannya, dalam acara itu hanya ada spanduk-spanduk tentang ‘Prabowo Menyapa’.

Tapi, ada dua spanduk bertuliskan kalimat ‘merebut kenangan’ yang dianggap tidak lazim. Karuan saja, ketika foto spanduk itu diupload di media sosial, banyak netizen yang melontarkan komentar miring. Walaupun ada juga yang mengoreksi dan membuat argumentasi.

“Sejak awal acara, kita tidak tahu. Kalau yang pasang spanduk (di tempat acara) memang divisi pemasangan. Justru kami baru tahu setelah viral di sosmed,” kata Wawan saat konfirmasi, Minggu (6/5/2018).

Wawan mengaku, pihaknya langsung menyelidiki kebenarannya. “Setelah kami selidiki, ternyata benar ada dua spanduk yang tidak lazim,” akunya.

Kedua spanduk yang terpasang di GOR Dabonsia Bojonegoro itu, kata Wawan, berada di arena dalam dan luar gedung. Tepatnya, di pintu masuk.

Dia mengaku belum tahu, apakah kejadian itu merupakan kesalahan cetak atau ada unsur kesengajaan.

Akibat spanduk itu, DPP Gerindra menegur pengurus DPC Gerinda Bojonegoro dengan teguran keras. Karena itulah, pengurus DPC Bojonegoro langsung melakukan investigasi, siapa pembuat dan pemasangan kedua spanduk itu.

“Jika diketahui ada kesengajaan, kami akan lakukan langkah yang lebih tegas kepada pelakunya nanti” ujar anggota DPRD Bojonegoro itu.

Ketua DPC Gerindra Bojonegoro Budiono membenaran, pihaknya tengah menyelidiki keberadaan spanduk tersebut. “Kalau dari kita nggak ada (yang buat dan pasang), tapi akan kita selidiki,” kata Budiono, Minggu (6/5/2018).

Sampai saat ini, DPC Gerindra Bojonegoro juga belum mengetahui siapa pembuat spanduk tersebut. “Belum, siang nanti saya baru mau rapat,” ungkap Budiono.

Budiono menyatakan, pihaknya segera menyelidiki asal-usulnya, siapa (pembuatnya), dari mana. “Nanti kita selidikin l, siapa yang buat, unsurnya apa,” katanya.

Anggota Komisi III DPR dari Dapil Bojonegoro, Wihadi Wiyanto mengaku tidak melihat spanduk itu saat hadir pada acara Prabowo Menyapa di Bojonegoro, Sabtu (5/5/2018) tersebut.

Alasannya, selama mengikuti acara, yang dilihatnya hanya spanduk-spanduk ‘Prabowo Menyapa’. “Kok saya gak lihat, soalnya di semua venue (spanduknya) Prabowo Menyapa,” kata Wihadi.

Menurut Wihadi, acara Prabowo Menyapa di Bojonegoro itu sekaligus sebagai acara sosialisasi pasangan cabup-cawabup Basuki-Pudji Dewanto, yang diusung Gerindra.

“Waktu itu, siapa yang pasang, kita juga tidak bisa kontrol panitia dengan detail. Itu kan juga terkait massanya bupati juga. Saya, panitia di situ, nggak liat,” akunya.

Wihadi menduga, kemungkinan ada relawan yang salah mencetak spanduk, karena terlalu antusias menyambut kehadiran Prabowo.

“Saya nggak tahu ya, tapi postif aja lah. Mungkin ada orang salah cetak, masang, saking antusiasnya. Karena baru pertama kali Pak Prabowo ke Bojonegoro,” ujar Wihadi.

Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono mengatakan, memang ada dua kemungkinan terkait spanduk tersebut. Bisa jadi karena kesalahan teknis dari pendukung partainya, tapi bisa juga didalangi lawan Gerindra.

“Artinya, kalau itu dari grup sebelah, merupakan bentuk kepanikan mereka, kenangan kan dianggap artinya kan kita kalah, lah enak saja itu nanti dulu gitu loh,” ucap Arief.

Menurut Arief, tak perlu ada penyelidikan soal spanduk itu. Karena hanya buang-buang waktu.

“Buang-buang waktu saja, itu kan bentuk kepanikan dari sebelah. Kita tidak pernah tergoyahkan, mau dizolimi seperti apa kan kita tidak tergoyahkan,” ujar Arief.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password