Diktator Baru dari China, Xi Jinping Nafsu Jadi Presiden Seumur Hidup

istimewa

KABARJITU: Para tokoh diktator tampaknya tak pernah sirna di permukaan bumi. Bahkan dalam beberapa dekade terakhir, muncul sederetan diktator baru. Kini yang menjadi perhatian dan mendapat sorotan adalah Xi Jinping, yang kini menjabat Presiden China.

___________

Tak mengherankan Xi Jinping disebut bakal menjadi sang diktator baru. Bahkan Xi disebut sebagai The Most Influenced Leader of China after Mao Zedong dan Deng Xiaoping (Pemimpin China yang Paling Berpengaruh setelah Mao Zedong dan Deng Xiaoping).

Dengan genggaman kekuasaannya yang besar, Xi pun melakukan sejumlah langkah kontroversial dan melabrak hukum China yang sudah lama berlaku.

Sebagai petinggi Partai Komunis China (PKC) dengan jabatan Sekretaris Jenderal PKC, Presiden Xi memiliki kendali yang luar biasa di negara yang berpartai tunggal itu.

Terlebih lagi saat para jenderal yang berkuasa telah loyal pada dirinya, Xi akan mudah mengepakkan sayap kekuasaan. Apalagi China dengan ideologi komunisme dan partai tunggal tidak mengenal partai oposisi.

Para penentang atau oposannya hanyalah dari kalangan partai sendiri. Dengan kian kuatnya cengkraman kekuasaanya, Xi pun telah tergoda untuk melanggengkan kekuasaannya.

Beriringan dengan ambisi China sebagai salah satu negara super power global, Xi mengusulkan agar undang-undang yang membatasi masa jabatan presiden diubah atau diamandemen.

Dalam undang-undang yang berlaku lebih dari satu dekade, masa jabatan presiden China adalah hanya dua periode. Namun Xi tidak langsung menyuarakan gagasan tersebut, tetapi menggunakan tangan Komite Pusat PKC.

Dengan kekuasaan yang luar biasa dan tak ada tokoh politik China berpengaruh yang menjadi penentangnya, ambisi Xi mengubah undang-undang yang membatasi jabatan presiden berjalan sangat mulus.

Dengan tak mau dikatakan memaksakan kehendaknya, Xi yang mengendalikan PKC meminta restu dan izin dari anggota parlemen yang disebut dengan nama Kongres Nasional Rakyat China.

Pada Minggu (11 Maret 2018), anggota parlemen China atau Kongres Rakyat Nasional China melakukan voting. Sebagaimana diprediksi sebelumnya, gagasan yang diusulkan Xi Jinping berlangsung mulus.

Parlemen menyetujui penghapusan batas waktu presiden. Dari 3.000 anggota parlemen, mayoritas menyetujui untuk mengamandemen konstitusi yang membatasi jabatan presiden China.

Sebagaimana dilaporkan kantor berita Reuters bahwa hasil voting, hanya dua anggota parlemen yang menyatakan ‘tidak setuju’ dan tiga abstain.

Akhirnya, undang-undang yang telah berlaku 14 tahun itu akan resmi diamandemen melalui persetujuan perlemen.

Reaksi pun bermunculan, terutama dari dunia internasional. Masyarakat internasional memandang amandemen undang-undang presiden tersebut akan membuka pintu selebar-lebarnya bagi Xi Jinping untuk melangggengkan kekuasaannya termasuk mendorong menjadi ‘presiden seumur hidup’.

Para pemimpin dunia pun bereaksi termasuk Presiden AS Donald Trump. Mereka menyebut langkah yang dilakukan Xi sebagai kemunduran demokrasi. Amandemen tersebut akan menjadi alat kekuasaan untuk mengendalikan China sepenuhnya.

Padahal selama ini, ‘Negeri Tirai Bambu’ sangat tak ramah bagi kalangan aktivis demokrasi. Masyarakat internasional tahu bagaimana nasib aktivis demokrasi Liu Xiaobo, peraih Nobel Perdamaian dan tragedi Tiananmen pada 1989 yang tak terlupakan.

Namun di satu sisi, Xi Jinping adalah tokoh yang sukses membangkitkan kembali kredibilitas ideologi komunisme kepada rakyat China, terutama kalangan muda.

Saat popularitas komunisme meredup, Xi sukses melakukan gebrakan dengan gerakan pemberantasan korupsi. Beberapa petinggi PKC yang dulu tabu tersentuh hukum dapat dijebloskan ke penjara.

Dalam upaya perang melawan para koruptor, Xi sukses menyingkirkan para petinggi partai yang tak loyal dan menjadi para oposannya. Tak hanya itu, Xi juga sukses mengganti sistem ekonomi sosialis yang terpuruk dan berjalan lambat dengan sistem ekonomi lebih kapitalis.

Gebrakan tersebut telah membuat popularitas Xi memuncak. Bahkan di bawah kepemimpinan Xi, pemerintah China telah menciptakan 20 juta orang kaya baru di China. Bahkan pertumbuhan ekonomi China yang luar biasa telah membuat kawasan Eropa dibanjiri para turis dari ‘Negeri Naga’.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password