Berebut Kursi Wapres Jokowi, dari yang Malu-malu sampai Gak Punya Malu

KABARJITU: Jelang tahun politik 2019, sejumlah partai sudah mulai ancang-ancang “jual diri”. Bahkan, ada yang sudah tak malu-malu lagi menyebut dirinya sebagai orang yang akan diajak mendampingi Jokowi sebagai cawapresnya.

_____________________

Beragam strategi pun mulai dilancarkan. Pendekatan pribadi terhadap orang nomor satu di Indonesia pun dilakukan dengan beragam cara.

Ada yang mendekati saat presiden menghadiri acara, ada juga yang langsung bertandang ke istana.

Salah satu orang partai yang mendatangi langsung ke istana adalah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Komando Tugas Bersama Demokrat untuk Pemenangan Pemilu 2019 itu datang ke istana pada Selasa (6/3/2018) atau setelah Ketum PSI dan Perindo lebih dulu menemui Jokowi.

Selain untuk memberikan undangan Rapimnas Partai Demokrat yang akan digelar pada 10-11 Maret di Sentul, anak sulung SBY ini juga mengaku berbicara soal Pilpres 2019 dengan Jokowi.

“Kami bicara dengan harapan yang baik untuk negeri ini. Di tahun politik dan tahun depan apalagi. Kita berharap semua berjalan lancar, aman, demokratis. Dan pada akhirnya membawa kebaikan untuk seluruh rakyat Indonesia,” ujar AHY.

AHY memang sudah diwacanakan menjadi cawapres untuk Jokowi di Pilpres 2019. Karena itu, berbagai upaya dilakukan Partai Demokrat untuk melambungkan nama AHY.

Salah satunya dengan melakukan komunikasi dengan PDIP untuk membuka jalan bagi AHY menjadi calon pendamping Jokowi pada Pilpres 2019.

Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Nurhayati Ali Assegaf menyebut, langkah PDIP membuka komunikasi dengan AHY sangat positif. “Jika PDIP dan Demokrat sepakat memasangkan Jokowi dan AHY pada Pilpres 2019, itu sudah tepat,” kata Nurhayati, Senin (26/2/2018).

Pernyataan itu disampaikan Nurhayati setelah PDIP mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi untuk kembali menjadi capres 2019.

Ketika itu, Ketua Umum DPP PDIP Megawati menugaskan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Prananda Prabowo untuk berkomunikasi dengan AHY.

“Syukur alhamdulillah (kalau memang PDIP mau milih AHY). Memang kalau kita lihat track record AHY membanggakan,” puji Nurhayati.

Selain AHY, nama lain yang sudah menyodorkan diri ingin menjadi pendamping Jokowi di Pilpres 2019 adalah Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Bahkan, Ketua Umum PKB ini begitu ‘PeDe’, jika Jokowi akan meminangnya.

“Saya masih optimis pak Jokowi akan mengajak saya,” ujar Cak Imin di Senayan, Selasa, (6/3/2018) atau di hari yang sama dengan kedatangan AHY ke istana.

Walaupun tak malu-malu lagi menyebut dirinya akan dipinang, namun Cak Imin justru menyatakan, PKB sendiri belum menentukan arah koalisi pada Pemilu 2019 mendatang.

Alasannya, masih menunggu pertimbangan para kiai yang akan membuat kajian.

PKS Terbelah?
Partai lain yang juga mulai berteriak ingin menjadi cawapres Jokowi adalah PKS. Walaupun sekarang berstatus oposisi, tampaknya mulai melunak.

Kini di internal partai sendiri sudah muncul suara-suara yang menginginkan PKS merapat ke Jokowi. Mereka berharap salah satu kadernya bisa dijadikan cawapres Jokowi di 2019.

Padahal sebelumnya, PKS selalu beretriak ingin mencalonkan kadernya menjadi presiden, bukan wakil presiden. Salah satu nama kader dimaksud adalah Anis Matta, mantan Presiden PKS.

Perpecahan di tubuh PKS ini disampaikan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Eks kader PKS ini menyebut, ada gerakan yang ingin merapat ke Jokowi.

“Kuping saya di kader kan banyak, teman-teman (PKS) masih lapor. Saya dengar ada gerakan ingin jadi wakil Pak Jokowi, sedih saya dengernya itu,” kata Fahri di Senayan, Jakarta, (15/2/2018).

Fahri mengaku informasi itu langsung dari pengurus PKS. Dan dia juga mengaku sangat kecewa mendengar informasi tersebut.

Padahal, PKS yang lahir di era reformasi, harus berani mencalonkan kadernya sebagai presiden, buka malah memuji presiden agar digandeng menjadi calon wakilnya.

Apalagi, PKS cukup menggandeng satu partai saja untuk bisa memenuhi syarat ambang batas calon presiden. ‎‎”Dengan Gerindra saja cukup, atau Golkar, atau PDIP, cukup kan. Maksudnya jadi Capres dululah biar gagah,” ujarnya.‎

Wiranto juga Mau
Nama lain yang juga punya birahi menjadi cawapres Jokowi adalah Wiranto, yang kini menjabat sebagai Menko Polhukam.

Wiranto sendiri mengatakan, pencalonan dirinya sebagai cawapres merupakan masalah politik yang akan diurus Ketum Hanura Osman Sapta Odang (OSO).

Penyebutan Wiranto sebagai cawapres disampaikan OSO dalam sambutannya pada acara syukuran kelolosan Partai Hanura sebagai peserta Pemilu 2019 pada Kamis (22/2/2018).

OSO mengatakan, sudah saatnya Wiranto menjadi calon wakil presiden. “Saudara, kenapa orang lain boleh, kenapa kita enggak boleh? Kita sebuah partai, berdiri saudara, nyatakan Pak Wiranto sebagai wapres,” ujar Ketua DPD itu.

Ungkapan itu disambut riuh teriakan “Wiranto Wakil Presiden” yang dilontarkan para kader Hanura.

Sebagai tindak lanjutnya, OSO menginstruksikan seluruh pengurus dari pusat hingga daerah agar memasang foto Wiranto di spanduk-spanduk sebagai calon wakil presiden pendamping Jokowi.

“Saudara tahu, saya tidak peduli ngomong apa. Saya perintahkan untuk memasang foto-foto Pak Wiranto di seluruh Indonesia sampai terpilih,” ujar OSO.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password