Amien Rais: “Bikin Malu UGM, Kartu Merah Lebih Pantas”

KABARJITU: Bekas Ketua MPR Amien Rais sangat memuji aksi Ketua BEM UI Zaadit Taqwa yang nyemprit Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan kartu kuning. Namun, sebenarnya kartu kuning saja tidak cukup, Jokowi pantas diberi kartu merah.

******

Demikian diungkapkan Amien Rais yang juga Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), dalam diskusi ‘Kartu Kuning’ dan Gerakan Mahasiswa Zaman Now’ yang digelar di Kantor DPP PAN, Jakarta, Rabu (7/2/2018).

Amien menyayangkan, Zaadit hanya mengangkat isu gizi buruk di Asmat, Papua. Padahal, ada isu yang lebih mendasar, yakni masalah ekonomi yang sudah dikuasai asing.

Sebenarnya, lanjut Amien, kartu merah lebih tepat diberikan kepada Jokowi, apalagi menjelang pemilu presiden 2019.

“Jadi dikeluarkan dari lapangan demokrasi, dicari yang lebih unggul, lebih bagus,” kata Amien.

Amien juga melihat, Jokowi telah gagal menyejahterakan rakyat, terlebih sisa usia pemerintahannya tinggal satu tahun, yang sulit untuk membayar kegagalannya.

Terbukti, ekonomi yang dibangun selama tiga tahun lebih berkasa, hanya menguntungkan golongan kaya raya dan asing. Sebagai contoh, proyek Meikarta dan reklamasi teluk Jakarta.

Selain proses pembangunannya telah banyak menabrak aturan, yang diuntungkan nantinya adalah orang asing.

“Itu jelas bukan untuk bangsa indonesia. Dari harganya, peruntukannya, jelas untuk Singapura, Shenzhen, Shanghai, Beijing, dan lain-lain. Itu jelas sekali,” ujar Amien.

Karena itulah, ia berharap Jokowi tak lagi melanjutkan kepemimpinannya sampai dua periode.

Terkait aksi Zaadit, Amen pun memberikan nilai tertinggi bagi Zaadit, karena telah membuat shock therapy. “Nilai paling tinggi Zaadit Taqwa adalah hentakan atau shocking therapy, enough is enough,” kata Amien.

“Saya kira, bangsa ini harus berterima kasih kepada Zaadit. Bahwa yang dikasih peringatan adalah dari UGM (tempat kuliah Jokowi) ya saya tetap bangga. Jangan malu-maluin UGM-lah,” ujar Amien yang juga lulusan S1 UGM seperti Jokowi.

Menurut Amien, aksi yang dilakukan Zaadit telah memecahkan kebuntuan dan ketakutan masyarakat Indonesia yang memang sengaja diciptakan.

“Kalau saya bukan kartu kuning, saya kasih kartu merah (untuk Jokowi),” katanya.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password