Aktivis UI Tak Mau Jokowi Pencitraan di Kampus

istimewa

JAKARTA (kabarjitu): Para aktivis Universitas Indonesia (UI) menolak kedatangan Presiden Joko Widodo ke kampusnya. Penolakan tersebut terkait rencana pidato Jokowi dalam Dies Natalies di Kampus UI pada Jumat 2 Februari 2018.

Mayoritas yang menolak adalah aktivis Malari dan aktivis Reformasi. Mereka adalah Salim Hutadjulu, Herry Hernawan, dan Ari Wibowo.

Dikutip dari Suaranasional, Salim Hutadjulu, aktivis malari UI mengatakan, kedatangan Jokowi ke kampus UI maupun kampus lainnya tidak lebih hanya untuk pencitraan.

“Intinya Jokowi adalah pencitraan”, ujar Salim yang pernah aktif sebagai Walikota Kepulauan Seribu ini, Rabu (1/1/2017).

Aktivis Malari 1974 ini mengingatkan agar mahasiswa, dosen, dan civitas akademika senantiasa waspada terhadap para politisi yang memanfaatkan kampus untuk melakukan kampanye terselubung.

“Niatannya untuk kampanye terselubung jelang Pilpres 2019 nanti,” ujarnya.

Salim juga mengatakan sudah saatnya civitas akademika dan para mahasiswa berikap kritis dan bijak menyikapi nasib rakyat saat ini.

Sudah seharusnya, rektor, para doktor, dan profesor, serta dosen memanfaatkan Dies Natalis UI untuk mempertanyakan kebijakan pemerintah yang selama ini diambil. “Mana janji kampanyenya? Apakah sudah tercapai dalam tiga tahun ini,” ujarnya.

“Tentu sangat diharapkan jika para dosen dan pejabat rektor memberikan teladan dengan bertanya kepada presiden mengenai keadaan sosial ekonomi politik, politik masih gaduh, aktivis dipidana, ulama dikriminalisasi, impor beras, harga kebutuhan meroket, bensin naik. Semua membuat kehidupan rakyat tambah susah miskin dan menderita,” ungkap Salim.

Senada dengan Salim, aktivis hukum dari UI, Herry Hernawan yang dihubungi terpisah, juga menanyakan keputusan yang diambil pejabat rektor dengan mengundang Jokowi dalam Dies Natalis tersebut.

Menurut Herry, tidaklah elok Jokowi masuk ke kampus UI atau kampus lainnya di saat memasuki tahun politik. Terlebih tahun depan sudah masuk ke ajang Pilpres 2019. “Tidak bijak dan elok Jokowi masuk ke Kampus UI,” tandasnya.

Herry menilai, selama 3 tahun di bawah kepemimpinan Jokowi, tidak ada hasil yang membanggakan dan bisa mengangkat harkat derajat bangsa dan negara.

“Tak ada kebanggaan rakyat selama 3 tahun ini menjadi Presiden. Janji tinggal janji, yang selalu diingkari. Pencitraan demi pencitraan, terlihat jelas. Tak mampu mengelola pemerintahan dalam ukuran yang paling minimal. Hutang terus bertumpuk,” ungkapnya.

Herry mengakui, lobi yang lakukan lingkaran Jokowi di kampus UI melalui Rektorat memang kuat. Namun para pejabat kampus harus sadar, UI adalah kampus perjuangan rakyat yang tidak boleh ada gap dengan rakyat.

“Kampus UI adalah kampus yang menorehkan perjuangan untuk bangsa, sejak era Stovia dan RechtSchool dimasa penjajahan,” ujar Herry Hernawan.

Mengamini seniornya, Ari Wibowo Sekjen BEM UI periode reformasi mengatakan, seharusnya UI terdepan bersama rakyat. Tapi sayangnya, para pejabat kampus UI justru sudah tidak bersama rakyat lagi. Itu satu-satunya alasan kenapa Jokowi diundang masuk ke Kampus dalam Dies Natalies UI Jumat (2/2/18).

“Tagih dulu janjinya, kalau janjinya untuk rakyat ditunaikan baru kasih masuk UI,” ujar Ari Wibowo.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password