Ajakan Jokowi Ditolak, Mending BEM UI Berangkat Sendiri ke Asmat

JAKARTA (kabarjitu): Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) dan seluruh pengurusnya menolak ajakan Presiden Joko Widodo berangkat ke Asmat untuk melihat kondisi warga yang mengalami gizi buruk.

***

Zaadit Taqwa mengaku belum menerima ajakan tersebut langsung dari Jokowi atau pemerintah. Dia tahu ajakan tersebut dari pemberitaan media massa.

Namun, kata Zaadit, walaupun BEM UI sudah menerima ajakan tersebut secara langsung, pihaknya akan tetap menolaknya.

“Yang penting pemerintah melakukan langkah kongkrit perbaikan gizi dan tarap hidup masyarakat di Papua, khususnya masyarakat yang tengah mengalami gizi buruk. Bukan dengan cara mengajak kami ke sana,” ujar Zaadit.

BEM UI sendiri, kata Zaadit, justru sudah merencanakan bantuan kepada warga Papua (Asmat) sebelum memberikan kartu kuning kepada Jokowi.

“Insya Allah kami akan ke sana (Papua) untuk memberikan bantuan. Bukan melalui ajakan pemerintah, tapi dengan cara kami sendiri sebagai mahasiswa,” kata Zaadit

Sejauh ini, BEM UI sudah berhasil mengumpulkan dana untuk segera diberikan kepada warga Asmat.

Bahkan, pihak kampus sendiri sudah mensupport rencana BEM UI. “Kita sudah dapat dukungan dari kampus. Tinggal kita komunikasikan lagi untuk bisa segera kita realisasikan,” aku Zaadit.

Sebelumnya, menanggapi aksi ‘kartu kuning’, Joko Widodo mengatakan, akan mengirimkan pengurus BEM UI untuk ikut melihat kondisi warga di Asmat.

“Mungkin nanti, saya akan kirim semua ketua dan anggota di BEM untuk ke Asmat, dari UI,” kata Jokowi seperti dilansir Antara, Sabtu (3/2/2018).

Menurut Jokowi, mahasiswa harus tahu bagaimana beratnya mengatasi masalah gizi buruk di Papua.

“Biar (mahasiswa) lihat, bagaimana medan di sana, problem-problem besar yang kita hadapi di Papua,” kata Jokowi.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password