Kasus Aneh Menimpa Ust Zulkifli, Cuma Ngobrol Jadi BAP

JAKARTA (kabarjitu): Lagi, seorang ulama (ustadz) diberi gelar tersangka oleh Mabes Polri. Kali ini gelar tersebut disematkan kepada Ustaz Zulkifli Muhammad Ali.

Gelar tersangka disematkan kepada Ustadz Zulkifli karena dianggap telah berhasil membuat rekor ujaran kebencian/SARA. Ujaran tersebut disampaikannya dalam sebuah video berdurasi 2 menit.

“Sudah ada dua alat bukti yang bisa dijadikan dasar menetapkan ZMA sebagai tersangka,” kata Direktur Tindak Pidana Siber BZulkifliareskrim Polri, Brigjen Fadil Imran, Rabu (17/1/2018).

Rupanya, untuk menyematkan gelar tersangka, polisi sudah melakukan penyelidikan sejak November 2017, khususnya yang terkait dengan ada tidaknya unsur pidana.

Untuk menyelidikinya, Tim Patroli Siber Bareskrim mendapatkan video ceramah Ustadz Zulkifli di dunia maya.

Setelah diselidiki, pada awal Desember 2017, polisi meningkatkan statusnya menjadi penyidikan.

Atas dasar penyidikan, Ustadz Zulkifli dianggap telah memenuhi syarat meraih gelar tersangka sesuai Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45B UU Nomor 19 Tahun 2016 dan/atau Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Termasuk Pasal 14 ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana,” imbuh Fadil.

Rencananya, untuk mengukuhkan gelar tersangka, Ustaz Zulkifli akan diinterview oleh penyidik Bareskrim Polri pada Kamis (18/1) esok.

Zulkifli pun mengaku siap melakukan interview. “Saya bilang ke AKBP Irwansyah, kalau memang dipanggil, saya akan datang,” kata Ustadz Zulkifli.

Nanti saat interview, Zulkifli akan ditemani tim dari LBH Dompet Dhuafa.

Zulkifli sendiri mengaku ada yang aneh dengan gelar tersangka yang disandangkan kepadanya. Awalnya, polisi datang ke rumahnya di Sumatera Barat untuk melakukan pemeriksaan.

Pada awalnya, kedatangan polisi terkesan bagus, karena mengaku ingin bersilaturahmi. Dalam pertemuan itu, polisi dan Ustadz Zulkifli pun hanya Ngobrol-ngobrol biasa.

Tapi, tiba-tiba obrolan itu malah menjadi Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Karuan saja, Ustadz Zulkifli pun heran.

Sebab, sebagai orang awam, yang tidak tahu seluk-beluk soal hukum, dan tak pernah tersangkut kasus, Ustadz Zulkifli pun menyambut dengan baik kedatangan polisi di rumahnya. “Tapi kok tahu-tahu langsung BAP. Padahal saya tidak didampingi kuasa hukum,” kata Zulkifli.

Setelah disodorkan BAP, polisi memintanya untuk membubuhkan tanda tangan.

Ketika itu, Utadz Zulkifli minta kepada polisi, kalau ternyata ujungnya begini, dia bisa didampingi pengacara.

Tapi polisi bilang, “Tak usah, Ustadz. Ini kan baru pemeriksaan saksi. Kami akan usahakan, perjuangkan, kalau Ustadz tak akan naik (statusnya),” ungkap Ustaddz Zulkifli menirukan polisi.

Ketika ada surat panggilan dari Bareskrim Polri, Ustadz Zulkifli kaget. Pasalnya, di dalam surat itu statusnya sudah menjadi tersangka.

“Baru kemarin (Selasa, 16/1/2018) saya terima suratnya. Surat panggilan untuk penyidikan,” kata Ustadz Zulkifli.

Mengenai video yang dijadikan bukti sangkaan pidana, Ustadz Zulkifli mengaku apa yang disampaikannya di video tersebut berupa anjuran agar umat Islam lebih bersiaga. Malahan, ia mengaku tak pernah merekam dan menyebarkan video tersebut di media sosial.

“Dengan (video) itu saya dikejar dengan tuduhan ITE. Kalau dilihat ITE-nya, di mana? Saya tak pernah merekam dan menyebarkan,” katanya.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password