Aneh, Setiap Malam Jumat Terjadi Pembunuhan Domba Secara Misterius

KABARJITU: Kasus misterius kematian puluhan domba ternak yang terjadi di Sukabumi, Jawa Barat seperti pembunuhan berantai.

Kali ini terjadi di 4 kampung, Desa Margaluyu, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi pada Jumat (12/1/2018).

Padahal, seminggu sebelumnya, atau pada Jumat (5/1/2018) belasan hewan ternak domba di Kampung Cikawung RT 03 RW 08 Desa Sindangraja, Kecamatan Curugkembar, juga ditemukan mati misterius.

Sampai terjadinya kasus pada Jumat (12/1/2018), penyebab kematian hewan ternak tersebut belum terungkap. Hewan ternak ini ditemukan mengalami sejumlah luka pada bagian tubuhnya.

Sama seperti yang terjadi di Kec. Curugkembar, puluhan ekor domba milik warga Kec. Sagaranten juga ditemukan mati secara misterius, dengan kondisi mengenaskan.

Di bagian tubuh bangkai domba tersebut ada robekan-robekan, seperti pada bagian perut, leher.

Kambing-kambing domba tersebut milik warga Kampung Ciherang, Kampung Bojong Herang, Kampung Cirempak, dan Kampung Karongkeng Desa Margaluyu, Sagaranten.

“Kejadiannya mungkin malam hari. Soalnya, kami menemukannya tadi pagi, padahal kemarin siang domba-domba itu masih sehat,” kata Samadi, warga Kampung Ciherang RT04/ RW 01 Desa Margaluyu.

Melihat kondisi domba-dombanya tewas, Samadi mengaku sangat sedih. Apalagi di bagian leher terlihat luka cabikan.

Dikabarkan, ada pemilik domba yang meninggal dunia. “Mungkin sok melihat dombanya mati semua,” ungkap Winda seperti dikutip dari TatarSukabumi, Minggu (14/1/2018).

Terkait kematian belasan domba di Kec. Curugkembar, Kepala Desa Sindangraja, Curugkembar, Anggi mengatakan, di wilayahnya ada tiga ekor domba yang mati secara misterius.

Saat ditemukan, bangkai-bangkai domba tersebut mengalami luka bagian perut, hingga ususnya terburai. Bahkan ada sebagian yang hanya tinggal tengkorak.

Peristiwa itu diperkirakan terjadi pada Kamis (4/1) malam. Sebab, bangkai-bagkai domba baru diketahui Jumat pagi.

Aparat desa pun belum tahu pasti, apa penyebabnya.Saat ini pemerintah desa masih mengumpulkan informasi mengenai kejadian tersebut.

Anehnya, dari hasil penelusuran sementara di lokasi kejadian, tidak ada bekas atau jejak binatang lain.

Atas kejadian itu, pemerintah desa minta agar warga mengantisipasi dan selalu waspada. Yakni dengan menggiatkan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) di masing-masing kampung.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password