2017 Sudah Lewat, Dana Desa untuk Merauke dan Ambon Tidak Cair

Ilustrasi dana desa di Kab. Merauke.

JAKARTA – Dampak diperketatnya pengeluaran dana oleh Kementerian Keuanngan berimbas pada dana desa untuk wilayah Kabupaten Merauke dan Ambon tahun anggaran 2017 yang tidak bisa dicairkan.  

Alasannya, laporan dana desa tahap I di dua kabupaten tersebut belum memenuhi 90 persen. Sehingga dana desa tahap II pun mangkrak. Walaupun sudah memasuki tahun 2018.

“Sekarang diperketat oleh Kementerian Keuangan. Kalau laporan tahap I nya belum selesai, nggak bisa diturunkan dana desa tahap ke II nya. Di Merauke dan Ambon belum 90 persen, makanya nggak cair,” ungkap Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo di hadapan awak media, belum lama ini.

Untuk tahun 2018 ini, jumlah anggaran dana desanya sama seperti 2017, yakni Rp60 Triliun. Bedanya, formula jumlah dana desa 2017 menggunakan rumus 90:10, yakni 90 persen dibagi rata ke seluruh desa dan 10 persen dibagi berdasarkan kondisi desa.

Sedangkan tahun 2018 ini, kata Eko, formula yang digunakan 80:20, yakni 80 persen dibagi rata ke seluruh desa dan 20 persen dibagikan sesuai kondisi desa.

Eko mengatakan, jumlah desa yang menerima dana desa tahun ini pun bertambah dari 74.910 desa (2017)  menjadi.74.954 desa (2018).

“Nanti, desa yang sangat tertinggal yang tahun lalu dapat (dana desa) Rp1,5 Miliar, sekarang bisa dapat hingga Rp2,5 Miliar,” ujarnya.

Menurut Eko, dana desa tahun ini juga memiliki program cash for work, dengan memanfaatkan 30 persen dana desa untuk membayar upah kerja proyek dana desa. Dan, pekerja dari proyek dana desa tersebut adalah warga desa setempat.

“Dengan program ini kita bisa menciptakan 5 juta job (pekerjaan),” ujarnya.

Eko mengatakan, dana desa yang telah berjalan dalam tiga tahun terakhir mampu menyumbangkan penurunan angka stunting di Indonesia hingga 10 persen, yakni dari 37 persen menjadi 27 persen.

Menurutnya, penurunan angka stunting sangat penting mengingat kebutuhan peningkatan kualitas angkatan kerja sangat dibutuhkan.

“Berdasarkan hasil penelitian Gajah Mada (Universitas Gajah Mada). Tahun 2016 kita berhasil mengangkat sebanyak 10.000 desa tertinggal. Berdasarkan RPJMN (Rencana Program Jangka Menengah Nasional) kita dituntut untuk mengangkat 5.000 desa tertinggal menjadi berkembang. Artinya target sudah terlewati. Kita harapkan akan lebih banyak lagi desa tertinggal yang terangkat,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, dana desa Rp60 Triliun tahun 2017 berhasil terserap 98,47 persen. Ini kembali meningkat dari tahun sebelumnya yang terserap 97 persen dari Rp46,98 Triliun.

“Tahun 2015, presiden memberikan dana desa sebesar Rp20,67 Triliun. Hanya mampu terserap 82 persen. Tahun 2016 meningkat, terserap 97 persen lebih. Dan tahun lalu walau sistemnya diperketat oleh Kementerian Keuangan bisa naik menjadi 98,47 persen,” ujarnya.(Mud)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password