Zionis Ngotot Kuasai Palestina untuk Sambut Dajjal (2)

Situasi Terkini di Al Quds

PADA 6 Desember 2017 lalu, dunia dikejutkan dengan pernyataan Trump yang mengakui Al Quds sebagai ibukota Israel.

Tentu saja, dunia geger dengan sikapnya yang sangat kontroversial ini. Apa alasannya? Ketika ditanya, “mengapa anda melakukan ini semua?’, jawabannya adalah; “karena demokrasi”.

Mayoritas kongres AS mendukung ini. Faktanya memang, anggota kongres didominasi oleh mereka yang mendukung kepentingan Yahudi. Bahkan bisa dibilang, sebagian besar anggota kongres AS telah dibeli suaranya oleh Yahudi.

Awal petaka itu bermula ketika tahun 1995. Kongres menyepakati untuk memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv menuju Al Quds dan di saat yang sama juga mengakuinya sebagai ibukota Israel.

Keputusan kongres tidak dijalani oleh para presiden hingga 20 tahun lamanya. Sebab, mereka meyakini bahwa kebijakan itu akan merusak perdamaian duna.

Makanya, Trump mengatakan bahwa para presiden AS sebelumnya adalah pengecut. Trump juga mengatakan bahwa pemindahan ibukota ke Al Quds adalah hak Israel, untuk kemaslahatan AS dan demi perdamaian.

Itulah semuanya, asumsi fana dan perhitungan Trump yang salah fatal. Tak lama setelah itu, banyak sekali telepon dari pemimpin negara di dunia yang mengecam Trump.

Mengapa pemindahan ibukota dari Tel Aviv ke Al Quds adalah ide yang sangat buruk?

Setidaknya ada beberapa jawaban. Pertama, Amerika berarti telah merestui Israel untuk menjajah teritori yang bukan haknya, sebab Yerusalem/Al Quds adalah tanah yang dilindungi badan Internasional.

Kedua, Amerika dengan sengaja ingin menyalakan kembali bara api konflik di atas tanah Palestina. Tujuannya untuk mencegah Palestina merdeka seutuhnya.

Ketiga, AS berarti telah mengatakan pada dunia, bahwa ia menjadi rekan Israel dalam membantai manusia.

Keempat, AS telah memberi lampu hijau bagi Israel untuk mencaplok tanah Palestina.

Kelima, memperkeruh sitausi antara dua negara (Israel dan Palestina).

Dan keenam, mengancam kedudukan kota suci bagi tiga agama langit.

Sejauh ini, setelah pidato kontroversial Trump, telah gugur puluhan warga Palestina oleh agresi Zionis Israel. Ada juga 15 orang yang luka-luka parah, karena serangan mendadak Israel.

Khusus di daerah Gaza, sudah ada 4 orang gugur dan 170 orang luka-luka. (sumber : @PalinfoAr)

Langkah Trump mengakui Al Quds sebagai Ibukota Israel adalah kebijakan yang aneh. Ini bisa menjadi blunder baginya. Bahkan ini ahistoris (tidak sesuai dengan arah sejarah yang terjadi di muka bumi ini).

Mungkin ada yang bertanya, mengapa Trump melakukan kebijakan gila ini? Menurut Anis Matta, Trump berusaha mengalihkan isu karena tekanan politik dalam negerinya.

Sudah lama Amerika merusak negara lain untuk kepentingan domestik mereka sendiri. Ini tidak adil dan tidak beradab. Di dalam negeri, Trump kehilangan kepercayaannya, maka ia melakukan ‘caper’ untuk menegaskan bahwa dia ada dan kuat.

APA YANG AKAN TERJADI SETELAH INI?
– Keputusan Donald Trump ini akan menjadikan Palestina makin terbakar dengan konflik, sebagaimana saat ini dunia memiliki dua titik merah konflik di Korea dan Ukraina.

– Timur Tengah sudah sangat panas. Banyak sekali permasalahan yang dibentangkan oleh yahudi dan sekutunya untuk mencegah kebangkitan Islam di tanah Arab. Dengan adalah konflik pemindahan ibukota ke Al Quds, trump telah membuat Timur Tengah menjadi kawasan konfliik paling panas di muka bumi.

– Sebenarnya, Trump telah membelah dunia kemudian menjadi dua blok baru; pro-Israel dan kontra-Israel. Dan akan banyak sekali kepentingan yang bermain untuk memanfaatkan situasi ini guna memukul Amerika. Diantaranya, Rusia dan Cina yang kini cenderung berseberangan dengan AS

-Di dalam dimensi lain, Trump secara gegabah telah membangunkan singa tidur. Bernama umat Islam. Dan dia akan tahu bahwa jika umat Islam  telah bangun dari tidur panjangnya, maka akan sangat bisa untuk menjadi kekuatan baru dunia yang mengalahkan dominasi AS-Eropa.

APA YANG BISA KITA LAKUKAN UNTUK MEMBANTU TERSELESAIKANNYA KONFLIK DI PALESTINA?

Terdidik, mendidik, itu yang utama. Ini adalah problem yang bisa dikatakan abadi sampai hari kiamat. Sebab, -silahkan dicek- dalam pengetahuan agama-agama langit, baik Islam, Nasrani, dan Yahudi, semuanya meyakini bahwa akhir zaman akan sangat lekat dengan problema Palestina.

Bagi muslim contohnya. Palestina adalah tempat kejadian akhir zaman akan berada di sana. Ibukota negeri Islam akan berada di sana ketika akhir zaman. Dajjal akan dibunuh oleh Nabi Isa di pintu Ludd, yakni di sebuah daerah di Palestina. Ya’juj dan Ma’juj akan datang menyerbu bumi dan akan dimatikan di Palestina. Perang akhir zaman akan terjadi di Palestina.

Akhir Kata
Ada banyak alasan untuk membela Al Quds dan Palestina. Namun yang paling tinggi di atas semuanya, yakni keimanan.

Keimanan lah yang membuat orang Palestina rela bertahan berpuluh tahun lamanya, berbekal kerikil dan pisau dapur, melawan tank Merkava Israel dan pesawat siluman F-35 mereka.

Keimanan lah yang membuat pemuda Palestina bisa bertahan belajar di reruntuhan puing sekolahnya yang dihancurkan Apache isral.

Tahukah kamu, mengapa Nabi-nabi namanya abadi, sedangkan nama raja mudah menghilang? Karena di zaman apa pun, di periode apa pun, agama selalu mengisi pemikiran manusia dan memadukannya dengan ide-idenya, ruang hidupnya, dan usianya.

Membela Palestina bagi umat Muslim adalah “juz’ min aqidah”, bagian penting dari akidah. Dari 25 nabi dan rasul yang wajib diketahui, 19 di antaranya diutus di Palestina.

Itulah segores pemaknaan yang seharusnya membuat kita berdiri tangguh membelanya. Bukan temporal dan bukan reaksioner, namun pembelaan yang diiringi dengan pemahaman dan ilmu.

Klaim Yahudi tentang Palestina, semuanya dusta. Akan perlu banyak waktu untuk menjabarkannya. Namun satu hal, Yahudi tidak pernah benar-benar ingin kembali ke palestina. Sebab telah termaktub di taurat mereka bahwa ketika seluruh Yahudi berkumpul di Palestina, maka itulah saat-saat menuju kehancuran mereka.

 

Semua ini adalah agenda zionisme. Pangkalnya adalah zionisme, yang puncaknya nanti adalah; hadirnya Dajjal untuk memimpin mereka.

Ini bukan teori konspirasi. Ini adalah dunia yang penuh dengan intrik dan rahasia. Ini adalah dunia tempat kebenaran dan kebatilan bertempur sampai matahari terbit dari barat.

Karena itulah, sejatinya rasa nyaman bukanlah saat yang tepat. Kini kita harus sadar bahwa kita telah ada di ujung tanduk peradaban manusia. Dan palestina akan jadi latarnya.

Baca Juga: Zionis Ngotot Kuasai Palestina untuk Sambut Dajjal (1)

#savepalestine
@edgarhamas | edgarhamas.tumblr.com
(disampaikan dalam Agenda Diskusi Online yang diadakan oleh FSLDK Surabaya Raya | Selasa, 12 Desember 2017)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password