Zionis Ngotot Kuasai Palestina untuk Sambut Dajjal (1)

BAITUL Maqdis, atau Al Quds, atau Elia Capitolina ketika berada di bawah kekuasaan Romawi, bukanlah sekadar sebuah kota.

Lebih dari itu, dia adalah ruang dimana banyak peradaban bertemu, banyak ide-ide dan gagasan beradu, dan bersinggungan di atasnya banyak sekali kekuatan.

Tidak salah jika seorang ilmuwan muslim, DR Muslih Abdul Karim mengutip perkataan Ulama, bahwa palestina yang di dalamnya ada Al Quds adalah “Ummul Ma’arik”, Mother of Battles, Induk peperangan.

Dalam hal ini, pembahasan menjadi tiga titik besar.
Pertama ; adalah perlunya kita untuk membeningkan sudut pandang kita dalam melihat Palestina.

Kedua ; sebagaimana tema berbicara, kita akan membahas situasi terkini Al Quds secara khusus, palestina, dan dunia Arab secara umum yang menjadi latar konflik.

Dan ketiga; kita perlu untuk melihat akan berbagai kemungkinan yang akan terjadi setelah Trump mengumumkan dukungannya tehadap Israel untuk menjadikan Al Quds sebagai ibukota.

Pertama; Membeningkan Sudut Pandang

Apa itu Al Quds? Itu pertanyaannya. Jangan pernah membahas jauh-jauh tentang satu masalah, yang kita tak mengerti hakikat permasalahan itu.

Al Quds memiliki banyak sekali nama. Orang Yahudi dan Nasrani menyebutnya sebagai Jerusalem, dan umat Islam menyebutnya sebagai Baitul Maqdis atau Al Quds.

Semua nama sangat berarti, dan semuanya sepakat bahwa kota ini adalah mercusuar penting bagi tiga agama langit.

Dalam perspektif Yahudi, di sinilah Nabi Sulaiman membangun Haikal (kuil). Bagi Nasrani, di situlah tempat Yesus Kristus disalib. Bagi Umat Islam, di sanalah Nabi Muhammad SAW berangkat menuju langit ketujuh dalam Isra’ Mi’raj.

Al Quds tidak untuk Muslim saja, tidak pula untuk Nasrani saja, atau Yahudi. Ia adalah hak semua pemeluk agama langit. Namun, yang jadi titik penting dalam pembahasan kita adalah; dalam sejarah, kedamaian pemeluk 3 agama ini tidak pernah terwujud, kecuali ketika di bawah kekuasaan Muslim.

Ini bukan sebuah klaim. Ini adalah fakta sejarah. Sejarah menuliskan bahwa sepanjang referensi baik Barat maupun Timur, semuanya bersaksi bahwa Palestina secara umum, dan Al Quds secara khusus hidup dalam harmoni di bawah pemerintahan Islami.

“A people without the knowledge of their past history, origin and culture is like a tree without roots” (Masyarakat tanpa pengetahuan tentang sejarah, asal dan kultur mereka, ibarat pohon yang tidak berakar), kata Marcus Harvey.

Apa yang membuat Al Quds penting?
Pertama, karena di sanalah sentral pertemuan dari 3 benua. Asia, Afrika, dan Eropa.

Kedua, letaknya yang strategis membuat para penguasa ingin sekali menguasainya. Itulah mengapa sudah sangat terkenal kaidah geopolitik yang berbunyi, “siapa yang menguasai Palestina, maka ia akan menguasai dunia.”

Ketiga, dan ini yang paling penting, tempat ini menjadi “pusat” tiga agama langit. Dan ini sangat berhubungan dengan iman. Bukan masalah politik atau militer. Keimananlah yang menjadikan kota ini benar-benar bermakna.

Bahkan tokoh zionis Yahudi, Benyamin Disraeli berkata, “The view of Jerusalem is the history of th world; it’s more, it is the history of earth an heaven.”

Bayangkan saja, logikanya, bagaimana mungkin tanah kecil yang tak sebesar Jawa Barat (Palestina seluas 26.990 km², dan Jawa Barat seluas 37.174 km²) bisa menjadi titik penting yang selalu penuh dengan pergulatan kekuatan dunia?

Pasalnya, yang dicari bukanlah luasnya, bukanlah kekayaannya, tapi karena kedudukan dan pengaruhnya.

Itulah mengapa, dari sini kita perlu memahami, bahwa permasalahan Al Quds bukan semata-mata masalah politik. Dia adalah masalah peradaban yang sangat kompleks.

“Al Quds, adalah masa lalu, masa kini, dan masa depan kita”, kata salah seorang pemimpin perjuangan Rakyat Palestina di jalur Gaza.

Pandangan Masing-masing Agama Secara Ringkas :
YAHUDI : memandang bahwa Al-Quds adalah ibukota mereka, tidak ada yang berserikat dengan mereka walau satu pun, sebagaimana pendiri Zionis, Mandell Slair berkata, “kalian menanyakan padaku apa keinginanku, maka aku menjawab, bahwa keinginanku adalah Yerusalem.

Kalian bertanya padaku, maka aku menjawab; Haikal, dan ia adalah sesuatu yang hilang dari kita. Apa yang kita anggap benar, adalah apa yang akan kita perjuangkan untuk meraihnya. Yaitu negeri kita yang indah, keyakinan kita yang disucikan!”

NASRANI : Kaum Kristiani memandang Palestina sebagai ikatan keyakinan, yang membuat mereka berkumpul dari saentero negeri untuk menziarahi Baitul Lahm (Bethlehem) di selatan Baitul Maqdis.

Dikatakan bahwa tempat tersebut merupakan maskot Yesus Kristus, sebagaimana diceritakan dalam Injil Matius halaman 4, dan dinamakan dalam Kitab Suci mereka sebagai “Rumah Daud”.

ISLAM : Kaum Muslimin memandang bahwa Palestina, terutama Baitul Maqdis, adalah negeri yang diberkahi, disebutkan berkali-kali dalam Al-Qur’an dan dimuliakan dengan hadist-hadist Nabi Muhammad SAW.

Allah SWT berfirman, “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat” (QS Al Isra ayat 1)

Masjid Al-Aqsha memiliki keberkahan, begitupula tanah tempat ia kokoh berdiri. Di Palestina lah, terutama di Al-Quds, Nabi Adam alaihissalam membangun pondasi Masjid ini, 40 tahun setelah membangun Ka’bah di Makkah.

Fakta Penting :
Dalam permasalahan Al Quds, kaum Muslimin dan Kristen memiliki keyakinan yang sama, bahwa kota ini untuk seluruh pemeluk agama langit.

Namun Yahudi tidak. Dalam doktrin mereka yang tertulis di kitab Talmud; Palestina adalah ibukota abadi mereka dan hanya untuk mereka, yang lain hanyalah binatang dan bangsa di bawah kendali mereka. Saat itulah konflik menjadi-jadi.

Perhatikan peta yang dibuat tahun 1947 di atas. Jelas sekali bahwa tidak ada wilayah Israel. Yang ada adalah Palestina.

 

Baca Juga: Zionis Ngotot Kuasai Palestina untuk Sambut Dajjal (2)

 

 

@edgarhamas | edgarhamas.tumblr.com
(disampaikan dalam Agenda Diskusi Online yang diadakan oleh FSLDK Surabaya Raya | Selasa, 12 Desember 2017)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password