Erdogan: Turki Segera Buka Kedubes di Yerusalem untuk Palestina

PASCA digelarnya KTT luar biasa Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Turki, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyampaikan niatnya untuk membuka Kedutaan Besar Turki untuk Palestina di Yerusalem Timur.

Dalam pidatonya di depan anggota partai berkuasa, Partai AK, Minggu (17/12/2017), Erdogan menegaskan dalam waktu dekat, Turki akan membuka kedutaan besar di Yerusalem Timur yang merupakan Ibukota Palestina.

“Karena (Yerusalem Timur) berada di bawah pendudukan (Zionis Yahudi), kita tidak bisa pergi ke sana untuk membuat kedutaan. Namun Insya Allah hari-hari itu (membuka kedubes) semakin dekat. Kita secara resmi akan membuka kedutaan di sana,” kata Erdogan disambut tepuk tangan.

Erdogan juga menegaskan, Yahudi tidak punya hak untuk Yerusalem. Hanya yang pantaslah, yang boleh memilikinya, karena Yerusalem merupakan ibu kota Muslim.

Turki memang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Turki juga memiliki kedutaan besar di Tel Aviv, seperti halnya negara-negara lainnya yang memiliki hubungan diplomatik . Turki juga memiliki kantor konsuler di Yerusalem.

Seperti diketahui, di Yerusalem Timur ada tempat suci yang diklaim sebagai milik umat Yahudi, Kristen, dan Islam. Berdasarkan kesepakatan Oslo 1993, keputusan atas Yerusalem akan ditetapkan di kemudian hari pada tahap akhir perundingan damai Israel-Palestina.


Namun upaya damai yang terus diperjuangkan negara-negara dunia dikacaukan oleh penyataan Donal Trump yang mengakui secara sepihak, bahwa Yerusalem sebagai Ibukota Israel.

Pekan lalu, Turki betindak tuan rumah KTT luar biasa OKI, yang merupakan forum resmi mengecam keputusan Trump tersebut.

Para pemimpin Islam di KTT tersebut mendesak dunia agar mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Palestina.

Sejumlah negara menilai keputusan Trump dianggap menghambat perundingan damai Israel-Palestina yang sudah dibangun sejak 1930. Karena itu, Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, menyerukan kepada semua pihak agar Amerika Serikat tidak diberi peran lagi dalam proses perundingan.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password