Diresmikan, Flyover Laluan Madani Urai Kemacetan Kota Batam

JAKARTA (kabarjitu): Pemerintah terus mendorong pengembangan Kota Batam sebagai kawasan tujuan investasi.

Tak hanya itu, sebagai wilayah kepulauan, Batam punya potensi besar menarik banyak wisatawan mancanegara (wisman).

Kini, Batam telah berkembang menjadi salahsatu pintu gerbang utama masuknya wisatawan di bagian Barat Indonesia, khususnya Sumatera.

Untuk itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendukung ketersediaan infrastruktur, seperti jalan dan jembatan, sumber air baku, penataan permukiman dan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Salah satunya adalah dioperasikannya Flyover (FO) Laluan Madani di Simpang Jam, Kota Batam, Kepulauan Riau, Kamis (21/12/2017). FO tersebut akan meningkatkan kelancaran konektivitas dan memangkas biaya logistik.

Bagi wisatawan, kelancaran mobilitas juga diperlukan untuk kenyamanan. Selesainya pembangunan FO ini juga menambah cantik dan tertatanya Kota Batam.

Peresmian dilakukan Gubernur Kepri Nurdin Basirun bersama Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Wilayah IV, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Junaidi.

Pembangunan FO Simpang Jam merupakan upaya Kementerian PUPR mendukung daya saing Kota Batam sebagai kota industri dan pariwisata.

Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengapresiasi pembangunan jalan layang tersebut. Dia meminta warga Batam agar dapat menjaga dan memanfaatkannya dengan baik.

Jembatan layang ini akan mengurai kemacetan di kawasan Simpang Jam, terutama arus lalu lintas menuju Nagoya/Batuampar dan arah sebaliknya. Pada saat jam sibuk setiap harinya melintas sekitar 272.138 kendaraan di kawasan Simpang Jam.

Sementara Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyampaikan jalan layang tersebut merupakan kebanggaan bersama warga Batam. Diharapkan dapat mendukung kenaikan wisatawan.

Menurut Kepala BPJN IV Ditjen Bina Marga Junaidi, FO Laluan Madani, jika memperhatikan unsur artistiknya, yaitu ornamen melayu pada dinding pilar jembatan dan lampu-lampu. Sehingga sangat indah pada malam hari.

FO Laluan Madani ini memiliki panjang 460 meter, lebar 32 meter, dengan titik tertinggi dari permukaan tanah capai 9 meter.

Total pagu anggaran untuk pembangunannya mencapai Rp 180 miliar, dengan masa kerja dari Desember 2015 hingga November 2017. Pelaksananya dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan (PP). (Jon)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password