Akunnya Diblokir, FPI akan Boikot FB, Twitter, Instagram dan Pakai Medsos Pro Islam

ist

JAKARTA (kabarjitu): Pasca diblokirnya beberapa akun Front Pembela Islam (FPI) di sejumlah media sosial, seperti Twitter, Facebook, dan Instagram, FPI akan menggunakan media sosial yang lebih pro islam.

Demikian diungkap Sekjen Dewan Syuro DPD FPI DKI Jakarta Novel Bamukmin, seperti dikutip CNNInonesia, kemarin.

“Oh iya, kami akan beralih ke media lain yang pro terhadap Islam,” tulisnya lewat layanan pesan teks.

Boikot medsos
Selain itu, FPI juga berencana untuk melakukan aksi boikot media-media sosial yang telah memblokir akun-akunnya itu di hari libur.

Gerakan ini merupakan bagian dari aksi protes FPI atas pemblokiran akun FPI dan beberapa alumni 212.

“Langkah awal, kita tidak akan bermedos dalam 24 jam,” ujar Novel.

Menurut Novel, gerakan pemboikotan media sosial ini nantinya tak hanya akan dilakukan di hari libur.

“Selama FB memblokir akun pejuang Islam, maka kita upayakan untuk terus memboikot FB di hari-hari yang bukan hari libur juga,” tulis Novel lagi.

Novel mengatakan, akun media sosial FPI di beberapa media sosial telah diblokir. “Selain FB, Twitter dan IG FPI juga diblokir,” kata Novel melalui pesan teks, Kamis (21/12).

Kementerian Komunikasi dan Informatika menganggap pihaknya mengaku tidak tahu-menahu mengenai pemblokiran akun media sosial FPI itu.

Plt Kepala Biro Humas Noor Iza menampik keterkaitan peran pemerintah atas kejadian tersebut. “Bisa tanya ke ahli IT,” kata Noor saat dihubungi, Kamis (22/12).

Tak cuma akun media sosial yang tak bisa diakses, situs FPI dengan alamat https://fpi.or.id/ pun tak bisa diakses.

Noor juga menyatakan, situs FPI yang tak bisa diakses, bisa jadi bukan karena diblokir.

Sementara itu, pakar keamanan siber Pratama Persadha dari lembaga peneliti keamanan siber, CISSRec, juga menyatakan situs FPI yang tak bisa diakses bukan karena diblokir.

Pratama cenderung melihat situs FPI ini tak terbuka karena servernya down. “Kemungkinan servernya down atau di-hack,” tuturnya.

Argumen Pratama ini merujuk pada tampilan laman tersebut. Sebab, jika laman diblokir, tampilan situs akan memunculkan lambang provider internet yang melakukan pemblokiran atau trust positif dari Kominfo.

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password